22September2017

Home Warna Warni Mikroba Suburkan Padang Gurun

Mikroba Suburkan Padang Gurun

Warna Warni, Edisi kali ini mengetengahkan topik mengenai Mikroba Ajaib Suburkan Padang Gurun.

Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan dan gedung membuat produktivitas pertanian  semakin menurun. Persoalan tersebut terasa semakin lengkap dengan kendala tingkat kesuburan tanah yang terus menurun. Beranjak dari kondisi ini, alumni S-1 Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ali Zum Mashar mencoba melahirkan inovasi baru, yaitu BioP 2000Z. Inovasi ini merupakan Hydro Cloning berbagai jenis mikroba yang berfungsi sebagai pelacak potensi kandungan mineral tanah dan air yang tersembunyi. Hydro Cloning berfungsi sebagai bioaktivator sehingga diharapkan mampu untuk mengondisikan kesuburan tanah secara alami. Kemampuan lainnya adalah menetralisir racun dalam tanaman serta membangkitkan gen yang tertidur dalam sebuah tanaman. Nama mikroba google digunakan karena mikroba ini dapat mencari dan menemukan potensi tersembunyi yang ada di dalam tanah.

Mikroba yang telah diproduksi dalam bentuk pupuk cair hayati ini telah menumbuhkan kedelai hingga tinggi dua sampai tiga meter. Kehebatan inovasi tersebut telah ditunjukkan di Padang Pasir Dubai, meningkatkan panen di Cheng du China, bahkan panen di lahan gambut.Alumni Unsoed 1997 itu memang menghabiskan hampir separuh hidupnya mendalami masalah  mikroba. Sejak kuliah S-1, Ali telah menemukan banyak varian mikroba termasuk penelitian skripsinya, yaitu menghidupkan mikroba di media air jambu mete yang keras

Keinginan Ali membuat terobosan untuk pertanian Indonesia akhirnya terus dilakukannya saat menjadi tenaga ahli Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta mendapat tugas mendampingi proyek lahan gambut sejuta hektar. Menurut Alumni Institut Petanian Bogor ini, mikroba-mikroba tersebut menyuburkan tanah dan tanaman karena mengeluarkan zat bioaktif yang dapat meningkatkan energi tanaman. Bila disemprotkan pada tanaman, mikroba masuk ke jaringan tumbuhan melalui stomata.
Dengan mikroba temuannya itu Ali berharap ketergantungan terhadap pupuk kimia dapat dikurangi. Apalagi, mikroba tersebut dapat membuat lahan gambut dan bekas tambang menjadi lahan pertanian. Bahkan dengan mikroba tersebut berbagai lahan kritis akan bisa diatasi termasuk untuk mengembalikan daratan akibat tumpukan lumpur Lapindo Porong Sidoarjo. Sedangkan untuk tanah bekas tambang yang umumnya membutuhkan waktu 30 tahun untuk reklamasi, dengan mikroba ini diperkirakan hanya butuh waktu tiga tahun saja. Wati

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990