Home Warna Warni Penyelam Tradisional Di Pantai Kaimana, Papua Barat

Penyelam Tradisional Di Pantai Kaimana, Papua Barat

Topik Warna Warni kali ini mengenai para ibu, penyelam tradisional di Pantai Kaimana, Papua Barat. 

Keindahan Kaimana, Papua Barat bukan melulu pemandangan matahari senjanya seperti digambarkan penyanyi legendaris Indonesia Bob Tutupoli dalam lagu ”Senja di Kaimana” yang populer tahun 1970-an. Eksotisme Kaimana yang tidak banyak diketahui adalah alam bawah lautnya yang asri dan dipenuhi spesies terumbu karang ataupun ikan yang unik.

Berdasarkan riset Conservation International (CI) Indonesia, kawasan konservasi ini merupakan penyumbang biomassa terbesar di Asia Tenggara, yaitu 228 ton per kilometer persegi.

Selain konservasi terpadu, kelestarian alam bawah laut Kaimana juga tidak terlepas dari kesadaran masyarakat menjaga laut.  Kearifan lokal yang merupakan akulturasi budaya warga Papua dengan masyarakat Maluku (Ternate) pendatang ini sekaligus menjaga masyarakat dari ancaman kelaparan.

Di Kaimana, tradisi “sasi nggama” dilakukan turun-temurun oleh warga Papua pesisir.  Dalam tradisi sasi nggama, warga dilarang mengambil lola (sejenis kerang laut), teripang, dan batulaga selama 11 bulan dalam setahun. Hanya pada masa tertentu, umumnya musim angin barat antara Maret dan Mei, warga boleh memanen hewan-hewan laut bernilai komersial tinggi itu.

Buka sasi (larangan) dilakukan selama dua minggu penuh. Yang boleh diambil hanya hewan berukuran besar atau ukuran tertentu untuk memberi kesempatan pada hewan itu berkembang biak.

Para keluarga yang mengikuti buka sasi di teluk Kaimana, tidur dan memasak beramai-ramai di tenda yang telah mereka dirikan secara gotong royong di tepi pantai.

Kehidupan warga pulau kecil di Kaimana terbentuk oleh lingkungannya yang dikelilingi laut. Tidak hanya kaum pria, kaum perempuan pun mahir menyelam tanpa mengenakan alat bantu.

Mace-mace (sapaan untuk kaum perempuan) itu hanya mengenakan pakaian harian untuk menyelam hingga kedalaman 10 meter. Selama bertahun-tahun, sejak usia belia hingga usia senja, kaum perempuan pulau-pulau kecil di Kaimana tetap menyelam tanpa alat bantu apa pun untuk memanen biota laut selama mengikuti buka sasi.

Memasak bersama adalah rutinitas para mace seusai menyelam. Dari pagi hingga tengah hari, mereka bersama suami menyelam untuk mengumpulkan teripang dan beragam kerang, seperti lola dan batulaga.// Devy

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990