Home Warna Warni Kolaborasi Tari Remo Dan Hiphop, Upaya Menjadi Surabaya Sebagai Kota Budaya

Kolaborasi Tari Remo Dan Hiphop, Upaya Menjadi Surabaya Sebagai Kota Budaya

Warna Warni kali ini mengenai kolaborasi tari tradisional dan tari kreasi baru sebagai upaya menjadikan suatu kota sebagai kota budaya. 

banyak upaya yang dilakukan kepala daerah untuk menjadikan wilayah yang dipimpinnya memiliki suatu keunggulan baik di bidang budaya, ekonomi, pariwisata dan lain sebagainya. Upaya tersebut bertujuan mempromosikan wilayahnya agar lebih dikenal masyarakat.

Salah satunya Wali Kota Tri Rismaharini dari kota Surabaya. Wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarahnya ini, berusaha menjadikan Kota Surabaya sebagai Kota Budaya. Berbagai terobosan untuk membangkitkan kembali nilai luhur serta peran aktif dari generasi muda terus digalakkan olehnya

Langkah yang dilakukan Risma, begitu beliau biasa disapa, untuk menjadikan Surabaya sebagai salah satu Kota Budaya, upaya yang dilakukan diantaranya, menghidupkan budaya tradisional Indonesia khususnya Jawa Timur dengan menggabungkan budaya modern untuk menarik generasi muda.

Sebagai langkah awal, Risma mengkolaborasikan tari remo dengan tari hip hop, sehingga anak anak muda yang awalnya enggan menari tradisional pada akhirnya dengan senang hati menarikan tari tradisional Jawa Timur tersebut.

Begitu pula dengan musik keroncong, yang awalnya dikenal sebagai  musiknya orang tua. Di tangan walikota wanita pertama kota Surabaya ini menjadi menarik dan dinyanyikan para pemuda .

upaya lainnya menjadikan bangunan lama sebagai gedung cagar budaya dengan memberikan insentif 50 persen bagi pemilik gedung yang dijadikan bangunan cagar budaya.

Selain pemberian insentif, pihak Risma juga memberikan kemudahan bahkan menggratiskan Izin Mendirikan Bangunan-IMB bagi pemilik gedung yang ingin merenovasi.

Dampak dari upaya tersebut, akhirnya masyarakat senang merawat dan mempertahankan gedung bersejarah yang dulunya kumuh dan kotor.

Selain itu Risma juga berusaha mempertahankan kampung cagar budaya atau perkampungan yang bangunannya rumahnya berarsitektur Eropa, China dengan memberikan nama kawasan tersebut sesuai dengan gaya arsitektur rumah.  Devy 

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.



}

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990