Home Warna Warni WCF 2015 Dipersiapkan Beda Dari WCF 2013

WCF 2015 Dipersiapkan Beda Dari WCF 2013

 

Warna Warni topik kali ini mengenai persiapan Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan Forum Budaya Dunia (World Culture Forum-WCF) 2015 mendatang.

Pelaksanaan Forum Budaya Dunia - World Culture Forum (WCF) perdana, yang diselenggarakan 24-27 November 2013 di Bali menuai kesuksesan. Diperoleh kesepakatan, WCF akan dilangsungkan dua tahun sekali.

Saat ini Indonesia sebagai negara penyelenggara melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memulai persiapan untuk penyelenggaraan WCF 2015 mendatang. Konsepnya pun sudah mulai dirancang. Setidaknya ada tiga hal yang berbeda dalam konsep WCF 2015 jika dibandingkan dengan WCF 2013.

Pertama, adanya aktivitas homestay para seniman asal luar negeri di Bali dan Jogjakarta di perhelatan WCF 2015. Bisa salah satu, bisa juga di keduanya.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan Wiendu, para seniman dari berbagai negara akan berkunjung ke Indonesia dan menetap di kediaman para seniman Bali dan Jogjakarta utnuk bekerjasama dalam program yang diberi nama Art Residency. Hasil karya kolaborasi seniman Indonesia dan seniman asing itu akan ditampilkan saat penyelenggaraan WCF 2015. Diperkirakan para seniman asing ini akan tinggal maksimal selama dua bulan.

perbedaan kedua, penyelenggaraan Culture Youth Forum, atau Forum Kebudayaan Pemuda. Berkaitan hal tersebut, Wiendu mengatakan, WCF 2013 lalu, forum ini belum ada, baru terdapat Forum Kebudayaan LSM, atau Non Goverment Organization (NGO)  Forum for Culture.

Perbedaan yang ketiga, adanya rencana pemberian penghargaan internasional untuk negara-negara yang dipandang mempunyai terobosan dalam mengembangkan kebudayaan atau dalam kebijakan kebudayaan. 

Wiendu menambahkan, Kemdikbud telah melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan WCF 2013 lalu. Persiapan WCF 2015 juga dilakukan oleh tim khusus supaya tidak berbenturan dengan persiapan keikutsertaan Indonesia sebagai tamu kehormatan dalam Frankfurt Book Fair (FBF) 2015.

Acara ini diharapkan dapat mempererat hubungan harmonis antar bangsa, menciptakan peradaban dunia yang harmonis, menjunjung tinggi danmenghargai keunukan dan keanekaragaman budaya serta menigkatkan kesejahteraan masyarakat dunia. Selain itu, diharapkan pula dapat menjadi ajang komunikasi strategis antara kebudayaan dalam segala relevansinya seperti halnya dengan World Economic Forum di Davos, Swiss dan Brazil. // Devy

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990