Home Warna Warni Kereta Api Uap Jaladara Di Solo Jateng

Kereta Api Uap Jaladara Di Solo Jateng

Warna Warni kali ini mengenai kereta api uap peninggalan sejarah yang menjadi kereta wisata di kota Solo, Jawa Tengah.

berwisata dengan kereta uap kuno termasuk kegiatan yang spektakuler. Suatu peristiwa langka yang terjadi di kota Solo, Jawa Tengah. Sensasi berkereta kuno, bagi sebagian kalangan, bisa jadi tak ternilai harganya. Serasa hidup mundur ratusan tahun silam.

Steam Loko Jaladara atau yang disebut dengan Sepur Kluthuk Jaladara adalah kereta api wisata yang hanya ada di kota Solo, Indonesia. Kereta ini dijalankan dengan lokomotif uap C1218. Beroperasi di jalan rel yang tepat bersisian dengan Jalan Slamet Riyadi, yang merupakan jalan utama di tengah kota Solo. Kereta api ini dioperasikan atas kerjasama antara PT Kereta Api dan Pemerintah Kota Surakarta.

Lokomotif uap ini menarik dua buah gerbong penumpang dengan Seri TR 144 dan TR 16 berkapasitas 80 orang. Lokomotif kereta uap wisata jaladara ini buatan Negara Jerman pada tahun 1896, diambilkan dari Museum Palagan Ambarawa, sementara gerbongnya dari Magelang dan Bandung.

Kepala Humas PT KAI Daops 6 Yogyakarta Sri Winarto mengatakan, Kereta Jaladara merupakan satu dari tiga kereta uap yang masih bertahan di pulau Jawa. Dua kereta uap lainnya berada di Ambarawa sebagai kereta wisata.

Kereta ini pada awalnya dipakai pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Karena kecepatannya yang hanya maksimal 30 km/jam, kereta ini dikenal dengan kereta kluthuk. Kereta ini sebelumnya telah beroperasi pada 27 September 2009 sampai dengan awal 2011 silam. Namun karena ada kewajiban sertifikasi kethel uap, kereta ini terpaksa dikandangkan.

Saudara, kembalinya ikon pariwisata Kota Solo itu diharapkan bisa menggairahkan kembali kunjungan wisatawan di kota tersebut. Setelah habis kontrak pada Oktober 2012, Jaladara menjalani perawatan di Depo Perawatan Purwosari. Sebagian bodi kereta mengalami peremajaan. Bagian yang paling kelihatan, adalah bagian dalam kereta yang dulu hanya kayu sekarang berlapis karet. Kini pengeoperasian KA Jaladara sudah dinanti-nanti oleh masyarakat dan para penggiat pariwisata kota Solo.

Operasional  KA Jaladara ini maksimal delapan kali tiap bulan. Artinya, kereta bisa beroperasi dua kali sepekan. Bahkan, kereta bisa beroperasi malam hari karena sudah dilengkapi lampu sorot dan lampu interior sehingga perjalanan malam akan lebih aman. Atap gerbong berlapis alumunium agar lebih aman saat cuaca hujan. Selain itu, seluruh bagian kereta dicat ulang dengan warna yang sama dan nyaman.

Perjalanan KA Jaladara tersebut diharapkan dapat menyasar wisatawan yang ingin berkunjung ke Solo dan pecinta perkeretaapian Indonesia. Tak hanya perjalanan wisata yang ditawarkan, rute Purwosari hingga Stasiun Solo Kota (Sangkrah) menyajikan pesona wisata yang menarik untuk dikunjungi. Selain wisata, perjalanan Sepur Kluthuk Jaladara ini untuk mempertahankan peninggalan cagar budaya yang hanya dimiliki limakota di seluruh dunia. Salah satunya kota Solo yang memiliki rel di tengah kota yang masih bisa dioperasikan. Tak hanya itu saja, kembalinya KA Jaladara ini berpotensi membuka pasar bisnis di bidangnya serta membuktikan eksistensi kota dan PT KAI yang berkomitmen dalam meningkatkan pelayanannya.// Devy

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990