Home Warna Warni UGM Buat Aplikasi Informasi Bencana

UGM Buat Aplikasi Informasi Bencana

Institute of International Studies (IIS) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bersama Universitas Osaka Jepang dan PT Gamatechno (Riset dan Bisnis Development UGM), meluncurkan aplikasi sistem komunikasi tanggap bencana praktis melalui  telepon pintar.  Aplikasi ini dapat diunduh di Google Play. Managing Director IIS UGM Maharani mengatakan, dalam versi pertamanya, Wide-View Disaster Information and Prediction System atau W-DIPS ini menargetkan pengguna aplikasi ini sebanyak 10 persen dari masyarakat kota Yogya, kabupaten Sleman dan Bantul. Menurut Maharani, peran masyarakat sangat penting dalam menyampaikan informasi terkait dengan kondisi saat dan paska bencana. Dikatakan, sebagai projek percontohan, pihaknya akan telebih dahulu menyasar civitas academica UGM khususnya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) untuk menggunakan aplikasi ini. Apabila proses uji coba yang dilakukan mulai Maret hingga Agustus 2014 berhasil, maka diharapkan dapat dikembangkan agar dapat digunakan dalam skala yang lebih besar.

Peneliti dari Osaka University, Stefano Sukamoto mengatakan dengan peluncuran aplikasi ini, diharapkan bantuan dapat lebih cepat sampai di lokasi yang terdampak bencana. Menurut Stefano, penggunaan aplikasi W-DIPS merupakan yang pertama  di dunia ini, diharapkan dapat membantu percepatan bantuan dalam waktu satu hingga dua hari. Meskipun demikian, ia mengakui aplikasi ini masih membutuhkan kritik serta pengembangan lebih lanjut. Dengan aplikasi itu diharapkan kerja sama Indonesia-Jepang dalam kebencanaan dapat terjalin kembali. Dikatakannya,  aplikasi W-DIPS dapat digunakan untuk berbagai macam bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir bahkan sampai pada kasus flu burung. Menurut Stefano, Indonesia dan Jepang mengalami bencana alam yang sama seperti gempa bumi. Dikatakan, pihaknya sudah menjalankan aplikasi ini dan semua kondisi bencana dan paska bencana dapat diketahui dengan lebih cepat. Stefano mengatakan terciptanya aplikasi tersebut berawal dari sejumlah peristiwa gempa besar di Turki, Taiwan, Jepang, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.  

Sementara itu Manager Riset dan Bisnis Development PT Gamatechno UGM, Novan Hartadi mengatakan aplikasi yang dikembangkan sejak Oktober 2013 itu memiliki kelebihan pada perolehan data berbasis lokasi. Menurut dia, saat bencana terjadi, para pengguna aplikasi yang telah terdaftar dapat membantu mengirimkan informasi melalui aplikasi tersebut. Dalam aplikasi antara lain disediakan pertanyaan dan jawaban yang dapat pilih oleh pengguna dengan tujuan merefleksikan keadaan saat itu. Dengan informasi yang terkumpul, badan-badan kebencanaan seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) dapat melakukan identifikasi daerah terkena bencana dengan cepat.// Wati

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990