Home Warna Warni Menyelamatkan Mangrove Lewat Canting

Menyelamatkan Mangrove Lewat Canting

Acara Warna Warni. Kali ini, mengenai pemakaian warna alami dari limbah tumbuhan mangrove untuk batik sekaligus melestarikan tumbuhan ini.

Salah satu fungsi utama hutan bakau atau mangrove adalah melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan oleh air laut, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami. Di Jepang, salah satu upaya mengurangi dampak ancaman tsunami adalah memasang Green Belt atau sabuk hijau hutan mangrove atau hutan bakau.

Sedangkan Indonesia yang dikaruniai kawasan mangrove sangat luas, yaitu sekitar 3,7 juta hektar, tersebar di pesisir-pesisir Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, hingga Papua mulai menyusust.  Hal ini disebabkan hutan bakau di wilayah ini sudah banyak beralih fungsi menjadi tambak, kebun kelapa sawit dan alih fungsi lainnya.

Lantaran ingin mempertahankan kelestarian hutan bakau di Rungkut, Surabaya, Lulut Sri Yuliani menciptakan batik mangrove. Batik ini menggunakan pewarna alami dari olahan limbah bakau, antara lain hitam, coklat, merah, biru dan ungu.

Menurut Delianis, Kepala Pusat Penelitian, Konsultasi, dan Pengembangan Usaha Kecil Menengah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Dipenogoro (Undip), Semarang, pewarna alami yang terbuat dari mangrove sangat cocok untuk pewarna batik. Empat varietas mangrove yang diteliti untuk bahan pewarna alami itu, yakni Aegiceras corniclatum, Ceriops decandra, Rhizophora Apiculata, dan Avicenna alba, yang diambil dari limbah tumbuhan terutama daun dan batang.

Delianis menambahkan, pewarna alami dari limbah mangrove ini cocok untuk mereka yang alergi dengan pakaian yang berpewarna sintetis. Menurut Lulut, omzet penjualan kain batik mangrove, selain digunakan untuk membuka usaha baru, menggaji karyawan dan juga digunakan untuk penanaman bakau.

Dari setiap lembar kain batik mangrove yang terjual, Batik Seru akan menanam satu pohon bakau atas nama pembeli. Di Surabaya, Batik Seru sudah menanam 1.000 pohon bakau. Sedangkan di Medan 100 pohon, dan di Jakarta 300 pohon bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan. , �an4C �C ang terbuat dari mangrove sangat cocok untuk pewarna batik. Empat varietas mangrove yang diteliti untuk bahan pewarna alami itu, yakni Aegiceras corniclatum, Ceriops decandra, Rhizophora Apiculata, dan Avicenna alba, yang diambil dari limbah tumbuhan terutama daun dan batang. Delianis menambahkan, pewarna alami dari limbah mangrove ini cocok untuk mereka yang alergi dengan pakaian yang berpewarna sintetis. 

Apabila tidak ada usaha untuk mencegah kerusakan, serta tak ada usaha untuk mengembalikan kondisi hutan mangrove, maka lingkungan pesisir Indonesia akan semakin mengkhawatirkan bagi kehidupan. Bahkan, perekonomian penduduk pesisir yang bergantung pada ekosistem mangrove juga akan semakin sulit. // Devy

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990