22September2017

Home Warna Warni Hilai, Alat Pertanian Dan Alat Musik Tradisional Suku Bukit Kalimantan Selatan

Hilai, Alat Pertanian Dan Alat Musik Tradisional Suku Bukit Kalimantan Selatan

Warna Warni. Topik kali ini mengenai peralatan yang digunakan ketika membuka ladang oleh suku Bukit di Kalimantan Selatan.

 di Indonesia, bercocok tanam dengan cara berladang merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya hutan yang bersifat tradisional. Kegiatan perladangan sampai saat ini masih dilakukan oleh masyarakat, khususnya di luar Pulau Jawa.

Masyarakat Suku Dayak Meratus atau suku dayak Bukit di Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan Propinsi Kalimantan Selatan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang masih melakukan kegiatan perladangan. Bahkan dapat dikatakan hasil usaha tani dengan cara berladang merupakan sumber utama pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat khususnya bahan pangan.

Kondisi alam di provinsi Kalimantan Selatan yang berbukit-bukit serta bergunung-gunung memberikan kontribusi bagi perkembangan kebudayaan masyarakat dan berpengaruh pula pada mata pencaharian mereka. Bertani menjadi cara mencari nafkah bagi sebagian besar masyarkat Suku Bukit.

Cara bercocok tanam yang diterapkan petani Suku Bukit adalah pertanian ladang berpindah dan pertanian tradisional. Cara seperti ini mempengaruhi peralatan yang digunakan oleh petani Suku Bukit dalam mengolah lahan pertanian mereka,

Cara bercocok tanam pada Suku Bukit disebut Manugal, yaitu menanam bibit padi dengan menggunakan peralatan yang ditumbukkan atau dihentakkan ke tanah dan menghasilkan lubang, selanjutnya dimasukkan bibit padi. Alat ini oleh Suku Bukit disebut “hilai” atau kurung-kutung gunung.

Hilai menggunakan bambu, kayu, rotan dan getah kalulut atau katipi. Getah ini terbuat dari sarang lebah penghasil madu dan berfungsi sebagai perekat untuk menyambung batang hilai.

Selain untuk membuat lubang yang akan ditanami bibit padi, menggunakan hilai berarti bermain musik. Hentakkan atau tumbukan hilai ke tanah akan menimbulkan suara seperti suara katak pada musim hujan. Jika digunakan berkelompok, muncullah irama yang saling bersahutan, seperti bunyi alu dan lumpang ketika menumbuk padi.//

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990