Home Pesona Indonesia Konservasi Pulau Koon, Maluku

Konservasi Pulau Koon, Maluku

Pada Pesona Indonesia edisi kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menelusuri pulau koon, Maluku

Maluku merupakan salah satu propinsi tertua di Indonesia yang beribukota Ambon yang bergelar atau memiliki julukan sebagai Ambon Manise, kota Ambon berdiri dibagian selatan dari Pulau Ambon yaitu di jazirah Leitimur. Secara administratif Pulau Koon berada dalam wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur Propinsi Maluku. Pulau ini terletak di tenggara Pulau Seram dan berada langsung di tepian Laut Banda. Pulau Koon merupakan salah satu daerah habitat penting ikan karang yang merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomi tinggi.

Menurut hasil survei WWF, jika dibandingkan dengan beberapa wilayah perikanan di Indonesia timur lainnya, kawasan sekitar Pulau Koon diperkirakan sebagai area habitat ikan karang terbesar di kawasan Indonesia Timur. Saat ini masyarakat yang dipimpin langsung oleh pemimpin adat dan pemangku kepentingan di wilayah Pulau Koon seperti Raja Kataloka, Bapak Ansar Wattimena sedang memulai inisiatif patroli untuk melindungi daerah tersebut. Pergerakan perlindungan area penting ini bahkan dipimpin langsung oleh Raja Kataloka dengan mengeluarkan ultimatum pada tanggal 24 Mei 2011 di Grogos yang berbunyi “Suka atau Tidak Suka, Koon Harus Dijaga Untuk Generasi Berikutnya”.

Sejak tahun 2011, WWF-Indonesia bersama dengan Raja dan rakyat Petuanan Negeri Kataloka telah menyepakati inisiatif penutupan tersebut, melalui sebuah kerjasama wilayah konservasi yakni Marine Conservation Agreement (MCA), yang bertujuan untuk pemulihan ekosistem laut di perairan sekitar Pulau Koon. Keputusan untuk menutup kawasan perairan sekitar Pulau Koon dengan rentang waktu yang panjang ini dapat diibaratkan seperti menyediakan ‘bank’ dengan ikan sebagai ‘tabungan’ bagi para nelayan negeri ini. Bila sistem ekologisnya dapat berfungsi dengan baik, benih ikan akan menyebar, dan pasokan ikan akan melimpah ke wilayah-wilayah sekitar kawasan tersebut.

Secara ilmiah, WWF-Indonesia telah mengkajinya melalui survey cepat di bulan Maret 2010. Hasil dari survey ini adalah ditemukannya sejumlah jenis ikan bernilai ekonomi tinggi melakukan agregasi (perkawinan alami) di kawasan perairan ini. Untuk memastikan kesepakatan konservasi ini berjalan dengan baik, Raja Kataloka memberi mandat kepada Kepala Dusun Pulau Grogos – yang wilayahnya sangat dekat dengan perairan pulau Koon – untuk melakukan pengawasan dan pengamanan rutin. Abdullah Habibi, Capture Fisheries Coordinator, WWF-Indonesia mengatakan bahwa Perairan Pulau Koon diidentifikasi sebagai lokasi agregasi habitat ikan kerapu sunu, kakap merah, kerapu macan, dan bobara mata besar.

Tradisi masyarakat pesisir Maluku sangat kental dengan aktivitas bahari, jauh sebelum teknologi mesin modern menempel di perahu-perahu mereka, jauh sebelum itu mereka mendayung dari satu tempat ke tempat lainnya. Masyarakat pesisir provinsi Maluku menyadari bahwa hanya 10% dari total luas daerah, yang merupakan daratan, sisanya adalah wilayah laut yang memiliki potensi luar biasa. Selain dinyatakan sebagai daerah konservasi, pulau koon merupakan salah satu tempat yang memiliki pantai berpasir putih yang indah// Nuke

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990