Home Pesona Indonesia Tapaktuan, Kota Naga Di Selatan Pulau Sumatra

Tapaktuan, Kota Naga Di Selatan Pulau Sumatra

Pesona Indonesia edisi kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menikmati indahnya kota Tapaktuan atau Kota Naga di Kabupaten Aceh Selatan, Pulau Sumatra.

Tapaktuan adalah ibu kota Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh. Tapaktuan merupakan kota di pesisir selatan pantai Aceh yang posisinya strategis dengan pelabuhan alam dan menjadi basis ekonomi kelautan di Provinsi Aceh.  Wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Tenggara di utara, di selatan dengan Samudera Indonesia, di barat dengan Kabupaten Aceh Barat Daya, dan di timur dengan Kabupaten Singkil dan Kota Subulussalam.  

Kota Tapaktuan menyimpan cerita menarik tentang legenda naga dan wisata bahari yang alami yang belum banyak diketahui dan dikunjungi. Kota ini terletak di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut yang membawanya pada iklim tropis basah dengan keindahan alam, gugusan pantai berkarang dan teluk yang mempesona. Wisata bahari dapat dilakukan di sini, seperti di Pantai Teluk Tapaktuan.

Tapaktuan dikenal dengan sebutan Kota Naga. Nama ini berasal dari sebuah Legenda Putri Naga dan Tuan Tapa yang sudah menjadi sejarah lisan masyarakat setempat secara turun temurun. Orang menyebutkan Aceh Selatan sebagai Kota Naga. Bahkan, saat Anda memasuki kota ini, sekira seratus meter dari arah timur kantor Bupati Aceh Selatan, Anda akan melihat gambar naga tepat di dinding pinggir jalan.

Legenda Naga mengisahkan tentang sepasang naga jantan dan betina yang mendiami Teluk Tapaktuan. Keduanya diusir dari negeri Tiongkok karena tidak memiliki anak. Suatu ketika kedua naga ini menemukan sesosok bayi perempuan yang terapung di lautan. Mereka kemudian memelihara bayi perempuan tersebut dengan penuh kasih sayang// Setelah beranjak dewasa, bayi tersebut menjadi gadis cantik yang disayangi oleh pasangan naga tersebut. Cerita ini terdapat dalam sebuah  buku yang berjudul, “Legenda Tapaktuan dan Kisah Naga Memelihara Bayi Raja” yang ditulis Daruk Qutni Ch, terbitan tahun 2002. Buku tersebut pernah meraih juara tiga dalam Sayembara Penulisan Buku Bacaan Fiksi 1996 tingkat nasional.

Ada banyak hal dapat dilakukan selama Anda mengunjungi Tapaktuan// Selain pantainya yang bersih dan alami, Tapak Tuan juga dikenal dengan bebatuan besarnya di pesisir. Pantai ini belum banyak dikunjungi wisatawan sehingga masih terjaga kebersihannya. Makam Tuan Tapa berlokasi di dekat Gunung Lampu, tepatnya di depan Mesjid Tuo, Gampong Padang, Kelurahan Padang, Kecamatan Tapaktuan. Pastikan Anda mengunjungi makam ini untuk melihat panjang makamnya, lalu bandingkan dengan tapak kaki sang petapa yang berukuran raksasa. Anda juga dapat mengunjungi wisata pemandian air dingin di daerah wisata Panjupian Kecamatan Tapaktuan. Tempat pemandian ini cocok dikunjungi bersama keluarga.

Kota Tapaktuan dapat dituju melalui Bandar Udara Teuku Cut Ali Tapaktuan dari Bandar Udara Polonia Medan atau Bandar Udara Iskandar Muda di Banda Aceh. Akan tetapi Anda juga dapat menjelajahi jalur daratnya yang mengagumkan.  Jalur yang ditempuh dari Banda Aceh menyajikan pemandangan pesisir pantai yang memukau dari salah satu gugusan pesisir terpanjang di Sumatera. Begitu pula jalur tengahnya melalui Trans Sumatera yang menyuguhkan gugusan Bukit Barisan yang megah. Jarak tempuh darat dari Kota Medan ke Kota Tapaktuan menghabiskan waktu sekitar 8 jam perjalanan dan dari Meulaboh Aceh sekitar 3 jam. Anda dapat memanfaatkan kendaraan sewaan, angkutan umum bus atau taksi. // Nuke

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990