Home Pesona Indonesia Menelusuri Keindahan Pura Pulaki, Bali

Menelusuri Keindahan Pura Pulaki, Bali

Pada PesonaIndonesia edisi kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menikmati keindahan Pura Pulaki, Bali.

Tampaknya kita tak akan pernah bosan jika mengunjungi Bali karena Bali memang memiliki sejuta tempat yang sangar menarik untuk dikunjungi. Salah satunya   adalah Pura Pulaki// Pura Agung Pulaki adalah salah satu pura dengan aura religius yang ditemani keindahan alam memukau. Lokasinya berada di atas tebing berbatu menghadap langsung ke laut dengan pemandangan sekitanya menawan dan berlatar belakang bukit berbatu terjal. Pura suci ini terletak di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Provinsi Bali.  Letaknya cukup strategis sebab berada di pinggir Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk.

Pura Agung Pulaki berjarak sekitar 132 km dari kota Denpasar -ibukota Bali, melalui jalur Denpasar–Bedugul–Singaraja. Pura ini berada tepat di pinggir Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk sehingga sangat mudah dicapai.. Pura Pulaki ini kerap disinggahi umat Hindu Bali yang hendak bersembahyang saat kebetulan mereka lewat dari Gilimanuk menuju Singaraja atau sebaliknya. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah kepada Sanghyang Widhi, Pura Pulaki juga menjadi tempat pemujaan bagi keagungan jiwa Sri Patni Kaniten . Sri Patni Kaniten dipuja sebagai dewa .

Berdasarkan tinjauan sejarahnya, pendirian Pura Pulaki terkait juga dengan Pura Dalem Melanting .  Pura ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Gelgel, Dalem Waturenggong sekitar 1460-1552 Masehi/.Di Pura Pulaki yang teramat dijaga kesuciannya ini terdapat tempat yang tidak boleh sembarangan dimasuki bahkan oleh pemangku adat sekalipun. Tempat itu adalah Pelinggih Utama atau ruangan utama dari Pura Pulaki yang disebut dengan Utamaning Mandala. Demi menjaga kesuciannya,  tempat ini harus bebas dari injakan kaki. Hanya pada acara atau upacara khusus saja misalnya upacara Ngeteg Linggih maka ruangan tersebut boleh dimasuki. Pura ini juga dipercaya sebagai warisan zaman prasejarah. Hal ini bisa dilihat dari tata letak dan struktur pura yang identik dengan bentuk bangunan sarana pemujaan masyarakat prasejarah. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya beberapa  perkakas yang terbuat dari batu berbentuk batu picisan, kapak dan lainnya pada tahun 1987.

Mengunjungi pura ini saat bulan purnama, akan menyuguhkan pemandangan dan suasana tersendiri  dimana sejumlah pemeluk Hindu Bali mengenakan sarung berwarna-warni datang dari berbagai daerah di Bali. Mereka bersembahyang memohonkan kemakmuran dan kesejahteraan. Wisatawan yang datang diperkenankan untuk masuk ke kompleks dengan mematuhi beberapa aturan, diantaranya mengenakan sarung dan memberi donasi bagi pura. Saat memasuki pura, berhati-hatilah dengan kera yang banyak terdapat di pura suci ini yang juga merupakan rumah bagi mereka. Pastikan Anda tidak membawa makanan dan jagalah barang bawaan Anda dengan baik agar tidak direbut kera-kera tersebut.// Nuke

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990