Home Pesona Indonesia Kompleks Makam Raja Banggae, Sulawesi

Kompleks Makam Raja Banggae, Sulawesi

Pesona Indonesia edisi kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menelusuri keindahan kompleks makam Raja Banggae di Sulawesi Barat.

Sulawesi Barat adalah provinsi hasil pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan. Provinsi ini resmi dibentuk pada 5 Oktober 2004. Meskipun masih tergolong salah satu provinsi baru di Indonesia namun ternyata banyak tempat wisata unik yang dapat kita kunjungi di Sulawesi Barat. Salah satu tempat wisata yang wajib kita kunjungi adalah kompleks makam Raja Banggae. Mungkin pertanyaan yang terbersit di benak Anda adalah “Untuk apa kita mengunjungi kompleks pemakaman?” Untuk menjadi sebuah tempat yang patut dikunjungi tentunya kompleks makam Raja Banggae ini memiliki keunikan sendiri.

Nenek moyang suku Mandar di Kerajaan Banggae Majene mungkin tidak bisa memilih tempat yang lebih baik untuk memakamkan raja dan keluarga mereka,  selain di Pemakaman Kerajaan Raja Royal Banggae dan Hadat. Pemakaman berusia tua ini berada di Bukit Ondongan menghadap ke Teluk Majene. Lokasinya persis berada di  Desa Pang Ali-ali, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat. Sebuah lokasi pemakaman yang sangat indah, dimana Anda tidak hanya dapat melihat sejarah dari Kerajaan Banggae namun juga menikmati indahnya bukit Ondongan.

Di Bukit Ondongan inilah nenek moyang Kerajaan Banggae Majene kuno menemukan tempat peristirahatan terakhir mereka. Banyak yang mengatakan bahwa lokasi puncak bukit tersebut dipilih dengan alasan agar nenek moyang Kerajaan Banggae Majene dapat mengawasi keturunan mereka yang berada di bawah bukit atau ketika mereka berlayar jauh untuk mencari nafkah di lautan luas. Di dalam kompleks pemakaman terdapat 480 makam yang terbuat dari berbagai bahan seperti batu lava, batu tanah dan kayu. Makam dihiasi dengan simbol geometris, kaligrafi Arab dan bahkan simbol swastika.

Keberadaan simbol yang bervariasi tersebut juga meninggalkan misteri tersendiri tentang bagaimana simbol Islam dan Hindu dapat ditemukan di situs pemakaman yang sama. Batu nisannya juga memiliki banyak simbol yang menyerupai simbol-simbol di candi yang ada di Pulau Jawa. Saat ini, Kompleks Makam Raja-Raja Banggae dan Hadat telah terdaftar sebagai Cagar Budaya menyusul konservasi yang terus dilakukan. Berdasarkan penelitian sejarah dan arkeologi sementara, pemakaman ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-16 dan ke-17. Siapa pemilik kompleks pemakaman ini masih menjadi misteri. Meskipun demikian, penamaan kompleks pemakaman ini diyakini diberikan raja pertama Banggae yang dikenal sebagai Poralle . Dia juga diberi gelar Puang Banggae dan membentuk masyarakat pertama yang kemudian tumbuh menjadi Kerajaan Banggae. Oleh karena itu, diyakini bahwa mereka yang dimakamkan di kompleks pemakaman ini adalah keturunan Puang Banggae atau keturunan Raja Banggae.

Untuk mencapai kompleks pemakaman yang terletak sekitar 2.5 km dari pusat Kota Majene ini Anda dapat langsung menuju Majene melalui jalan antar kota yang akan memakan waktu sekitar 3,5 jam. Kemudian berbelok ke kanan ke arah Ondongan Hill atau bukit Ondongan. Tentunya Anda dapat menyewa kendaraan pribadi agar tetap dapat menikmati berbagai keindahan panorama sepanjang jalan menuju bukit Ondongan.

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990