Muntok, Kota Tua Yang Menyimpan Sejarah

PesonaIndonesia edisi kali ini, kami akan menghadirkan informasi mengenai Muntok, sebuah kota di Bangka Belitung yang menyimpan sejarah.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditetapkan sebagai provinsi ke-31 oleh Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang No. 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Selatan. Ibukota provinsi ini adalah Pangkalpinang. Sejak berdiri sendiri sebagai salah satu provinsi di Indonesia, Bangka belitung mampu membuktikan pesonanya melalui keindahan alamnya. Sebenarnya provinsi ini tidak hanya memiliki keindahan alam saja namun juga menyimpan sejarah sejak masa kolonial Belanda.  

Muntok adalah kota tua yang didirikan oleh Abang Pahang, mertua Sultan Palembang Darusssalam Mahmud Badaruddin I pada tahun 1722 dan menjadi ibu kota Karesidenan Bangka Belitung, sebelum dipindahkan oleh Residen J. Englenberg ke Pangkal Pinang pada tahun 1907. Dahulu Muntok atau disebut juga Mentok adalah kota pelabuhan yang penting. Melalui kota inilah komoditas unggulan berupa lada putih serta biji timah yang ditambang besar-besaran di Muntok dan sekitarnya diangkut oleh kapal-kapal Pemerintah Hindia Belanda menuju Eropa.

Mengingat pentingnya peran kota ini di masa kolonial, tak heran banyak ditemukan bangunan tua sebagai saksi peninggalan Hindia Belanda yang masih kokoh berdiri. Selain bangunan bernuansa kolonial, di kota tua ini juga terdapat bangunan kuno bernuansa China dan Melayu. Keberadaan bangunan-bangunan tersebut seolah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah kota tua ini sekaligus menjadi keunikannya. Berdasarkan sisa peninggalan bangunan sejarahnya, Muntok secara umum dibagi menjadi 3 kawasan, yaitu: Kampung Melayu, Eropa, dan China.

Tidak hanya itu, di Kota Muntok juga terdapat dua gedung tua yang terkenal perannya dalam sejarah perjuangan bangsa, yaitu Pesanggrahan Menumbing dan Wisma Ranggam. Kedua bangunan tersebut pernah menjadi tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta saat dibuang Belanda tahun 1948 sampai tahun 1949. Selain kedua tokoh tersebut, sejumlah tokoh penting lainnya juga pernah menempati dua bangunan bersejarah itu. Muntok juga menjadi saksi bisu dari sejarah panjang provinsi Bangka Belitung yang pernah menjadi daerah jajahan Inggris dan kemudian di serah terimakan kepada pemerintah Belanda pada tanggal 10 Desember 1816.

Kota tua yang hanya berjarak sekitar 140 km dari Pangkalpinang ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, dapat ditempuh dalam waktu perjalanan 3 jam. Anda dapat menggunakan transportasi umum seperti bus untuk menikmati keindahan kota Muntok ini. Selain bus umum, Anda dapat juga memilih travel khusus rute Pangkalpinang-Muntok atau menyewa mobil sebagai alat transportasi alternative.//Nuke

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.