18September2014

Home Pesona Indonesia So'di, Permen Tradisional Khas Bone

Error
  • JUser: :_load: Unable to load user with ID: 77

So'di, Permen Tradisional Khas Bone

alt

Siapa yang tak mengenal permen? Kuliner bercita rasa manis ini banyak disukai berbagai kalangan dari segala umur. Menurut berbagai sumber, permen awalnya ditemukan di Mesir sekitar 3500 tahun yang lalu. Kemudian di  beberapa tempat lainnya juga pernah ditemukan gumpalan madu kering yang diduga dijadikan permen oleh manusia purba pada saat itu.

 

Selanjutnya masyarakat Mesir, Arab dan Cina Kuno mengembangkan gumpalan madu tersebut dengan menambahkan varian rasa. Seiring berjalannya waktu, kini terdapat berbagai macam jenis permen dengan cita rasa yang berbeda.

 

Seiring bergulirnya waktu, permen kini diolah secara modern, namun ada sebuah daerah di Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya Desa Mico, Kecamatan Palakkka yang masih memproduksi permen dengan cara tradisional. Masyarakat yang sebagian besar petani tersebut mengenal permen tradisional ini dengan nama So'di.

 

So'di merupakan permen olahan tradisional yang terbuat dari sari pohon lontar yang direbus hingga mendidih di atas wajan. Setelah mendidih sari pohon lontar ini kemudian dicampur gula merah serta parutan kelapa.  Setelah larut, odonan ini pun dituangkan ke pelepah daun pisang yang selanjutnya disimpan hingga enam jam.

 

Kemudian setelah membeku, So'di ini siap untuk dinikmati. Permen tradisional khas Bone ini pun dapat awet hingga beberapa minggu. Masyarakat desa Mico memang pada umumnya petani, namun meski berprofesi sebagai petani, mereka tetap memproduksi permen So'di.

 

Buktinya, setiap petani memiliki alat pengolahan khusus di setiap rumah kebun mereka, yakni berupa wajan serta tungku masak berukuran raksasa. Mereka mengolah permen ini masih menggunakan cara tradisional.

 

Masyarakat setempat merebus setiap adonan dengan kayu khusus yakni, dari pelepah daun lontar itu sendiri. Mereka menggunakan pelepah daun lontar, karena menyakini kayu ini dapat menghasilkan So'di dengan cita rasa yang lezat.

 

Jika menggunakan kayu jenis lainnya, maka So'di akan berbeda rasanya. Rasa permen tradisional ini tak jauh berbeda dari permen pada umumnya yang lebih menonjolkan cita rasa manis. Rasa manisnya yang pas membuat banyak orang menyukai permen khas Bone ini.

 

Sayangnya, jika anda ingin menikmati permen So'di, permen ini belum dijual secara luas. Anda hanya bisa mencicipinya di rumah-rumah warga di Desa Mico, kabupaten Bone.theo-ike/16.5.12/pi

 

 

{audio}http://27.50.22.27:9525/indonesia/pesona.indonesia/2012/05%20MEY%202012/pesona.16.05.2012.ar.mp3

{/audio}

 

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990