PELANGI NADA

 

 

Edisi Pelangi Nada kali ini, kami akan menghadirkan penyanyi pria berbakat Indonesia, Doel Sumbang. Selain piawai membawakan lagu pop, lelaki berbadan tambun ini juga mampu membawakan lagu daerah Jawa Barat atau Sunda. Wahyu Affandi, demikianlah nama asli penyanyi yang mulai muncul di kancah musik Indonesia sekitar tahun 1980-an ini . Doel hadir dengan karakter vokal yang khas serta kritik sosial atau penggambaran sosial yang lebih “membumi”. Tidak heran jika lagu-lagu yang dibawakannya tetap dikenal sampai saat ini. 

lagu Ema atau Edana Manusa merupakan salah satu lagu Sunda milik Doel Sumbang bernada kritik sosial. Lagu ini cukup populer saat bergulirnya reformasi di tahun 1998. Selain Ema, sejumlah lagu seperti Polisi Noban, Lalaki, Mang Darman, dan Bereny, juga ikut meramaikan musik pop Sunda pada tahun yang sama. Tidak hanya mencipata dan membawakan lagu jasil kreatifitasnya, sejumlah penyanyi Sunda lain juga ikut membawakan lagu karyanya, misalnyaDarso dan Nining Meida.

Wahyu Affandi mulai bersentuhan dengan dunia seni khusunya musik dan teater saat duduk di bangku SMP. Ia belajar pada sastrawan nyentrik, Remy Sylado, dan di sinilah pertama kali dia mendapat julukan ‘Doel’.  Sejak itulah, Doel mulai menuangkan imajinasinya menjadi lirik-lirik lagu yang sarat dengan kritik sosial. Tema yang pada saat itu terbilang masih jarang diangkat. Bagi penikmat lagu Sunda, anda pasti sudah tidak asing lagi dengan tembang Pangandaran, Bulan Batu Hiu, Ah Hoream, Ai, Awewe Sapi Daging, Sumedang, dan masih banyak lagi. Baiklah pendengar, mari kita dengarkan lagu doel Sumbang berikut ini berjudul Bulan Batu Hiu

meski kerap mengangkat masalah sosial dan menceritakan keindahan alam dalam lirik-lirik lagunya, bukan berarti Doel seorang musisi yang anti lagu bertema cinta. Pada era 1990an, namanya melambung saat berduet  denganpenyanyi dangdut  Nini Carlina dengan lagu Kalau Bulan Bisa Ngomong dan Aku Cinta Kamu. Ia pun mampu menyajikan lirik cinta tetap dengan gayanya. Meski liriknya nyeleneh, Doel mampu memberikan nuansa romantis namun tidak cengeng di setiap lagu-lagu cinta yang ditulisnya. Nama Doel Sumbang sempat tenggelam pada pertengahan tahun 2000-an. Meski demikian, bukan berarti ia sama sekali meninggalkan dunia yang telah membesarkan namanya, misalnya denganmenggarap lagu-lagu lama miliknya. // Wati

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990