22September2017

PELANGI NADA

 

Pada Pelangi Nada edisi daerah kali ini, kami akan menghadirkan seorang penyanyi Indonesia “Suryamah”  Suryamah yang dikenal sebagai Upit Sarimanah,lahir di Purwakarta pada tanggal 16 April tahun 1928.  Upit dikenal sebagai pesinden lagu Sunda tradisional seperti ketuk tilu atau Cianjuran, dan lagu Sunda modern.  Sejak kecil iasudah memperlihatkan bakatnya menyanyinya.  Kariernya dimulai ketika ia berusia enam tahun.  Ia dilatih oleh Nyonya Hermanses.  Tatkala usianya menginjak tujuh tahun, ia sudah berani tampil di depan umum. sejak itu, orang sudah menduga, gadis kecil berkulit hitam manis itu, suatu saat bisa menjadi pesinden terkenal. pada awal kariernya ia menyanyikan lagu-lagu keroncong, Melayu, dan Hawaiian. tiga jenis irama inilah yangsangat populer pada tahun 1940-an.   

Suara lantang Upit Sarimanah sempat menembus corong radio Hindia Belanda, Nederlandsche Indische Radio Omroep alias Nirom. pada usia 14 sampai 18 tahun, ia menjadi bintang dalam orkes Hawaiian Live Java, orkes keroncong Irama Masa, dan orkes Melayu pimpinan M. Syaugi. pada zamannya, 1940-1945, namanya melejit bersama bintang lain seperti Miss Anny Landauw, Miss Rukiah Kartolo, Miss Netty. pada masa revolusi bersenjata, Upit menghibur para pejuang di daerah pedalaman. pada tahun 1950, suara Upit berkumandang lewat corong radio Nirom yang telah berganti nama menjadi Radio Republik Indonesia atau RRI. sebelum TVRI lahir, dimana saat itu RRI merupakan satu-satunya hiburan yang menjangkau masyarakat luas, salah satu siaran favoritnya, khususnya di Jakarta dan Jawa Barat, adalah kesenian Sunda. kesenian ini disiarkan langsung dari Gedung Musium Nasional di Medan Merdeka Barat dengan pesindennya Upit Sarimanah yang memiliki paras hitam manis dan selalu tampil berpakaian kain dan kebaya. banyak yang tergila-gila dengan suara melengking-lengkingnya Upit Sarimanah sehingga saat siarannya berlangsung tiap Ahad pagi, Museum Nasional selalu ramai pengunjung. saking banyaknya penggemar yang datang, saat menyanyi, Upit duduk di bangku khusus yang letaknya lebih tinggi dari dalang dan para pemain tetabuhan. Bahkan ketenaran sinden ini melebihi ketenaran dalangnya sendiri.   beberapa lagu Upit Sarimanah yang lain yang populer antara lain Bajing Luncat, Sakadang Kuya jeung Monyet, Kukupu, dan Sedih Prihatin.  Upit juga pernah memimpin “Gamelan Siliwangi”. 

Pada tahun 1970-an Upit pensiun dari sinden dan memilih profesi sebagai mubalighah. sebagai juru dakwah ia mendapat banyak panggilan.  Sinden yang ramah  dan murah senyum ini tidak merasa kehilangan gengsi saat mendatangi kampung-kampung yang kumuh.  Upit Sarimanah tutup usia pada tanggal 11 Februari tahun 1992 karena komplikasi beberapa penyakit yang diidapnya. // Chandra

 

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990