Pelangi Nada

Pada Pelangi Nada edisi daerah kali ini, kami akan menghadirkan seorang penyanyi Indonesia “Titim Fatimah” Titim Fatimah lahir di Deli, Sumatera Utara pada tahun 1938.  pada usia 5 tahun, ia dibawa kembali ke kampung halaman orangtuanya H. Damri Sumarta ke Jalan Cagak, Subang, Jawa Barat. sejak kecil bakat sinden Titim sudah terlihat, kemudian ia terus dibimbing oleh ayahnya yang juga mahir bermain kecapi dan kawih sunda. menjelang remaja beliau semakin mendalami dunia sinden. beberapa sinden dan ahli karawitan sunda beliau datangi untuk belajar, termasuk Upit Sarimanah, sinden yang paling terkenal saat itu.  

merasa ilmunya sudah cukup, kemudian Titim mendatangi RRI Bandung agar bisa nyinden disana.namun, waktu itu RRI Bandung  menolaknya. tapi karena keinginan yang kuat untuk sukses di dunia sinden, Titim tidak patah semangat, kemudian melalui Tuteng Djauhari pimpinan grup seni sunda RRI Jakarta ia berhasil manggung di RRI Jakarta. sejak saat itu nama Titim mulai dikenal tidak hanya di Jawa Barat tapi juga keseluruh Indonesia. dipuncak karirnya, selain menjadi sinden pada acara kliningan dan wayang golek di pelosok Jawa Barat, Titim juga menjadi langganan pengisi acara di gedung pentas Museum Pusat Jakarta bersama grup Seni Sunda Studio RRI Jakarta. bahkan presiden Soekarno kerap kali mengundangnya ke Istana untuk nyinden di depan tamu negara.  Pada puncak karirnya tersebut honor yang diterimanya sekali manggung bisa melebihi honor penyanyi pop yang terkenal saat itu.  Popularitasnya tersebut menjadikannya sinden paling terkenal dan paling sukses secara financial sepanjang masa. kekayaan hasil jerih payahnya tersebut sebagian hartanya juga digunakan untuk membangun Sekolah Dasar di Subang yang merupakan kampung halamannya dengan nama SD Titim Fatimah, yang masih digunakan hingga saat ini.

perjuangannya di dunia seni sunda patut diteladani. karena beliau, pamor sinden saat itu menjadi meningkat. sinden sunda tidak hanya di kenal di Jawa Barat tapi juga dikenal secara nasional. karena beliau pula, harkat dan martabat sinden menjadi terangkat. atas sumbangsihnya terhadap kebudayaan sunda tersebut, pada tanggal 23 Februari tahun 2003, Presiden Indonesia saat itu, Megawati Soekarno Putri memberinya penghargaan Satya Lencana Kebudayaan. untuk menghargai jasa beliau, Pemda Subang juga pernah menyelenggarakan pasanggiri sinden sunda dengan tajuk “Piala Titim Fatimah” pada tahun 2002 dan tahun 2004. beberapa seniman sunda juga menyarankan untuk membuat patung Titim Fatimah atau sekedar dijadikan nama jalan untuk mengingat jasa beliau. // Candra

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990