Pelangi Nada

Dalam acara Pelangi Nada sebuah acara yang memperkenalkan musik   Indonesia baik tradisional maupun modern. Pada edisi Pelangi Nada hari ini, kami akan menghadirkan seorang penyanyi wanita Indonesia Hetty Koes Endang. Selain membawakan lagu pop, artis senior  yang berdarah Minang dan Sunda ini, juga mampu membawakan lagu daerah Sunda dengan sangat baik. Wanita kelahiran Jakarta, 6 Agustus 1957 ini sudah memulai karirnya di dunia musik semenjak berusia 10 tahun. Sebagai anak mantan komandan pangkalan angkatan udara, ia sering diminta menyanyi di lingkungan pangkalan udara, serta di sekolah. Bakatnya mungkin lahir dari ayahnya yang dahulunya merupakan seorang penyanyi keroncong.

Kemampuan olah vokal Hetty Koes Madewy atau yang lebih dikenal dengan Hetty Koes Endang Penyanyi yang disebut-sebut pernah belajar pada musikus N. Simanungkalit dan Yasir Syam ini memang tidak diragukan lagi. Hal itu dibuktikan dengan 38 piala dan 12 golden record telah diraihnya dari berbagai festival baik ditingkat nasional maupun internasional. Yeyet, panggilan akrab untuk anak ke 6 dari sepuluh bersaudara ini, mulai memasuki dunia rekaman pada tahun 1973, lewat Nada Sound dengan lagu Musim Semi. Namanya melejit di dunia hiburan Indonesia setelah melantunkan tembang "Dingin" karya Rinto Harahap. Album ini dikabarkan laris sampai 1 juta kopi.

Hetty Koes Endang mencapai puncak popularitasnya pada tahun 80-an.  Waktu itu merupakan  masa itu sangat melelahkan baginya, yang terkadang harus show sampai 2 kali dalam seharinya dan bisa mengeluarkan 4 album dalam setahun. Sehari bisa sampai 2 kali show. Dan satu tahun juga bisa mengeluarkan 4 album. Lagu berjudul Cinta merupakan salah satu lagu pop Sunda yang populer pada tahun 1990an dan mendapat sambutan baik masyarakat Indonesia.  Wati

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990