Pelangi Nada

 
Pelangi Nada kali ini, kami akan menghadirkan penyanyi Pance Frans Pondaag.

Pance Frans Pondaag lahir pada tangga 18 Februari 1951 di Makassar, Sulawesi Selatan dan meninggal dunia di Jakarta, 3 Juni 2010 pada usia 59 tahun. Beliau merupakan seorang penyanyi dan pencipta lagu asal Indonesia. Selain pencipta lagu Pance F Pondaag dikenal sebagai musisi yang mampu menciptakan bintang bahkan ia juga membawakan lagunya sendiri. Bukan hanya itu, Pance F Pondaag merupakan seorang pencipta lagu pop yang legendaris di tahun 80an setelah Rinto Harahap.  Karir Pance di dunia musik juga tidak bisa dipisahkan dari JK Records milik Judhi Kristiantho yang kala itu menguasai industri musik Indonesia.  Pance yang seangkatan dengan Rinto Harahap dan Obbie Mesakh ini adalah satu-satunya musisi pada masanya yang menginvestasikan penghasilannya untuk mendirikan studio rekaman. Ia mendirikan sebuah studio musik pribadi bernama Flower Sound di rumahnya. Sehingga tak heran jika Pance di masa jayanya dikenal sangat kreatif dalam menciptakan lagu baik untuk dibawakannya sendiri maupun untuk para 
penyanyi  lain yang diorbitkannya.

Selain lagu-lagunya yang mencetak hits, ayah tiga anak ini juga dikenal sebagai musisi bertangan dingin yang berhasil mengorbitkan sejumlah bintang. Sebut saja seperti Maya Rumantir, Meriam Bellina, Hetty Koes Endang, hingga Dian Pisessa.Nama Dian Pisessa melambung setelah membawakan lagu yang hingga kini masih akrab di telinga pecinta lagu pop, Tak Ingin Sendiri. Lagu yang dirilis tahun 1984 itu bahkan dapat dikategorikan sebagai karya fenomenal karena berhasil terjual hingga lebih dari dua juta kopi. Nama Pancepun,  semakin populer karena keberhasilannya menciptakan beberapa judul lagu yang banyak disukai masyarakat seperti Kucari Jalan Terbaik, Orang Ketiga dinyanyikan Susi Adella, Engkau Segalanya Bagiku, Kau dan Si buah Hati, Mulanya Biasa Saja, Waktu, Dimana Aku Harus Mencari, Symponi Rindu, Disaat Kau Harus Memilih, Mengapa Ada Dusta, Bukan Aku Menolakmu, serta Nostalgia Biru. Pada tahun 2001 Pance Pondaag terkenal serangan penyakit stroke. Pada 24 Maret 2008, penderitaan Pance mengundang simpati dari berbagai kalangan, salah satunya dari seorang penyanyi berdarah Tionghoa, Ronny Tanuwidjaya. 
Namun Tuhan berkehendak lain. Setelah berbagai upaya dilakukan pihak keluarga maupun para koleganya, 3 Juni 2010 pukul 17.00 WIB, penyanyi sekaligus pencipta lagu ternama ini harus menyerah pada takdir Ilahi setelah 9 kali terserang penyakit stroke. Pance meninggal dunia dengan  di tengah keluarga tercintanya di kediamannya, Pluit Barat 1 No 16 Jakarta Utara, pukul 17.00 WIB di usianya yang ke 59 tahun.// Folda

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990