Pelangi Nada

Pelangi Nada kali ini, kami akan menghadirkan penyanyi Emilia Contessa yang popular pada tahun 70 an.

Malam yang dingin itulah tadi lagu yang dibawakan, Emilia Contessa yang lahir banyuwangi, 23 September 1957 ini, sejak kecil sudah senang menyanyi. Emilia kecil pun terus berlatih menyanyi. Usianya ketika itu baru genap 5 tahun. Dengan dukungan ibunya, Emilia terus mengembangkan bakatnya di bidang tarik suara. Jalan untuk menjadi  penyanyi professional baru benar-benar terbuka lebar bagi Emilia pada tahun 1986. Ketika itu, ia menyabet gelar Juara Umum Pop Singer yang dilangsungkan di Surabaya. Emilia kemudian muncul pertama kali di layar kaca atas ajakan Chris Pattikawa yang ketika itu memimpin acara Hiburan Malam di TVRI. Sejak itu, ia mengisi hampir semua acara musik di TVRI seperti Aneka Ria. Ia dinobatkan sebagai Ratu Kamera Ria selama dua tahun berturut-turut (1972-1973) dan memperoleh dua piringan emas dari Remaco. Seiring popularitasnya yang kian meroket, Emilia pun mengganti nama panggungnya menjadi Emilia Contessa agar terdengar lebih komersil. Bersama Bob Tutupoly dan Titiek Puspa, ia pernah mengadakan lawatan ke berbagai kota besar di Eropa dan Amerika. Emilia merupakan salah satu dari sedikit penyanyi  wanita di zaman itu yang memiliki suara soprano yang sangat powerful. Emilia juga memiliki aksi panggung yang sukar ditandingi penyanyi lainnya. Meski tergolong pendatang baru, Emilia mampu bersaing dengan biduan-biduan top di masa itu seperti Lilies Suryani, Titiek Sandora, Henny Purwonegoro dan Titiek Puspa. Bahkan di tahun 1975, majalah Asia Week pernah memberinya julukan sebagai Singa Panggung Asia.. 

Lagu yang baru kita dengarkan berjudul Untuk Apa dibawakan Emilia, walau Emilia sebagai  penyanyi, namun ia  pernah dinobatkan sebagai Ratu Foto Model oleh Persatuan wartawan Indonesia di tahun 1972 ini tidak pernah menduduki posisi tertinggi di dunia seni suara, walaupun sebenarnya ia cukup terkenal. Emilia hanya mampu berada di posisi ketiga, dua tingkat di bawah Titiek Sandhora. Meski demikian, beberapa kalangan mengakui kelebihan Emilia dalam memikat publik. Ia tak pernah malu untuk sedikit berakting ketika tampil membawakan sebuah lagu. Selain agar bisa lebih menghayati bait demi bait lirik yang dibawakannya, emosi penonton pun jadi ikut tergiring untuk menikmati lagu itu lebih dalam. Tak hanya piawai bernyanyi, Emilia juga memiliki bakat di dunia seni peran. Belasan film layar lebar telah dibintanginya, diantaranya Ratapan Anak Tiri, Tetesan Air Mata Ibu, Senja di Pantai Losari, dan Akhir Sebuah Impian. Dalam film Akhir Sebuah Impian, ia beradu akting dengan penyanyi Broery Marantika. Film yang dirilis pada awal 70-an ini sukses menjadi box office dan mendapat sambutan yang hangat dari penonton, tak hanya di Indonesia tapi hingga ke Malaysia dan Singapura. Kini, walaupun tak lagi menelurkan album baru di pasaran, nama Penyanyi, aktris Emilia Contessa tetap diingat para penggemarnya. Karena tingginya permintaan, sebuah label rekaman bernama Life Records menerbitkan dan memasarkan kembali lagu-lagu terbaik milik Emilia yang antara lain berlabel Edisi Platinum Emilia Contessa, Koleksi Unggul Emilia Contessa, serta Memori Legenda Emilia Contessa. Pada tahun 2010, nama Emilia Contessa kembali ramai dibicarakan, bukan karena karya terbarunya tapi soal posisinya sebagai calon bupati periode 2010-2015 dalam Pilkada Kabupaten Banyuwangi. Sayang impiannya untuk memimpin kota kelahirannya itu gagal setelah dalam pilkada tersebut perolehan suaranya jeblok dan hanya berhasil menempati urutan ketiga.//

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990