Pelangi Nada

Untuk acara pelangi nada edisi pop kali ini kami akan mengetengahkan salah satu Grup Musik fenomenal berbakat Indonesia yang kehadirannya di kancah industri musik Indonesia telah membawa angin segar bagi kreatifitas seni musik di kalangan remaja di Indonesia dan juga kehadirannya langsung mendapat perhatian yang serius di kalangan para pencinta musik di tanah air. Gebrakan grup musik ini telah menjadikan mereka sebagai salah satu trendsetter bagi musisi-musisi muda Indonesia. Ya.. mereka adalah “ANIMA”.

Majalah GATRA pada 15 November 2006 menulis tentang Grup Musik ini sebagai “Bintang bersinar di Timur”. Dalam konteks label indie, ANIMA adalah sebuah sukses besar. Mereka menguasai Indonesia Timur. …Namun justru ini yang menjadi kekuatan Anima. Ditambah dengan lirik yang ‘gue banget’ buat telinga para penggemarnya, jadilah refrain lagu Bintang (biarkan ku menggapaimu, memanjamu, tidurlah kau di pelukku..), atau Sampai Kapan (sampai kapankah ku harus menunggu, jawabmu atas cintaku, sampai akhir dunia pun ku menunggu, menunggu jawabmu…) semacam koor wajib dalam tiap pertunjukan Anima. ANIMA sendiriadalah kependekan dari Anak Seni Berlima, sebuah band asal kota Bandung yang berformasikan: Lucky (vokal), Eldy (bass), Andri (drum), Rhino (gitar), N-Kan (lead gitar). Terbentuk pada 4 Januari 2004, lima sekawan ini bergulat dalam belantara musik tanah air melalui jalur label indie. Melalui debut album berjudul “Bintang”, perlahan tapi pasti mereka merebut perhatian pencinta musik Indonesia . Stasiun-stasiun radio yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, telah menempatkan single “Bintang” dalam urutan terhormat chart radio.

Kunci kesuksesan lagu-lagu karya ANIMA ada pada progresi kord dan harmonisasi yang tidak rumit, lirik yang universal, sehingga dapat dinikmati oleh siapa saja dari berbagai usia. Tak heran jika karya mereka yang digilai penggemarnya. Modalnya adalah musik pop easy listening yang diistilahkan oleh Anima sebagai innocent pop. Single “Disini Ku Menunggu” dipilih menjadi pengisi soundtrack film layar lebar “Gue Kapok Jatuh Cinta”, yang disutradarai Thomas Nawilis. Lagu lain yang berjudul “Biar” menjadi tema lagu FTV ( Film Television) berjudul “Gawat Babe Pulang” yang di tayangkan di salah satu televisi nasional.  Dua tahun lebih Anima berkecimpung di jalur indie, kini mereka telah bergabung dengan major label SONY-BMG. Pada Maret 2007 Anima meluncurkan karyanya berjudul namanya sendiri alias self titled. Terdiri dari 12 lagu yang terdiri dari 8 lagu re-release dari album sebelumnya plus 4 lagu baru. Untuk persiapan album ini Anima sudah berkutat di studio sejak akhir tahun 2006. Mereka masih mengandalkan tema cinta yang dikemas dalam balutan musik ballad. Simak saja pada lagu “Cinta Katakan Cinta”, pop ballad yang luruh dalam permainan gitar yang ritmis. Atau nikmati dentingan gitar lirih dan romantis dalam lagu “Kembalilah”. Adapun lagu dalam kemasan medium beat bisa dinikmati di lagu “Jangan Tangisi Aku” dan “Tak Mungkin Cinta”. Dan hingga kini ANIMA adalah potret anak muda yang konsisten dalam berkarya dan bekerja keras sehingga mampu eksis di tengah persaingan ketat band-band tanah air.//  Khadafi

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990