22September2017

Home Komentar Mobil Listrik Buatan Indonesia Belum Bisa Diproduksi Massal

Mobil Listrik Buatan Indonesia Belum Bisa Diproduksi Massal

 

Ahli-ahli Indonesia telah mampu menghasilkan berbagai purwarupa atau prototype mobil listrik seperti jenis mobil sedan sport, mobil listrik MPV, hingga bus listrik. Namun hingga saat ini, mobil listrik belum bisa diproduksi secara massal. Padahal Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan mengaku sudah tidak sabar ingin  melihat dan mengendarai mobil listrik buatan Indonesia di jalanan.. Banyak pihak di dalam negeri, sama seperti Dahlan Iskan  ingin  memiliki mobil listrik buatan dalam negeri.  Apa yang menghambat proses pengembangan mobil listrik nasional untuk siap produksi massal ?

Dahlan Iskan mengeluhkan masalah birokrasi termasuk perizinan yang berbelit-belit.  Selain itu, juga  kurangnya dukungan beberapa kementerian terkait terhadap pengembangan mobil listrik buatan dalam negeri ini. Benarkah demikian ?

Direktur Industri Alat Transportasi Darat, Soerjono, di Jakarta seperti dikutip dari detikFinance Senin (21/4/2014) mengatakan, membangun industrialisasi mobil listrik tidak sekedar menyiapkan purwarupa atau prototype semata. Harus ada persiapan di segala lini seperti regulasi, produksi alat komponen, penyediaan stasiun pengisian hingga pengelolaan limbah mobil listrik yang terencana dengan baik. Menurut Soerjono, industrialisasi harus disiapkan secara matang sehingga mobil listrik karya Indonesia bisa bersaing dengan produk buatan luar negeri.

Sementara itu, Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Koordinasi Industri, Inovasi Teknologi dan Kawasan Ekonomi, Edy Putra Irawady, menjelaskan, saat ini, belum ada prototype mobil listrik yang telah  masuk sertifikasi hingga layak  diproduksi massal. Menurut Edy, pemerintah terus berupaya melahirkan dan mendorong prototype mobil listrik yang bisa masuk tahap sertifikasi. Selain itu, jelas Edy, perlu juga disiapkan industrialisasi komponen yang  mendukung produksi mobil listrik nasional. Pengembangan mobil berbasis listrik sangat mendesak  agar tidak bergantung pada bahan bakar minyak yang  tidak lama lagi akan habis. Pemerintah Indonesia mendorong pengembangan mobil listrik karena sumber energi  listrik  bisa berasal dari batubara, panas bumi, matahari, dan lain-lain. Di sisi lain,  semua aspek pendukung seperti  regulasi, stasiun pengisi daya atau  charger, dan produksi alat komponen juga harus disiapkan. Bila aspek pendukung ini tidak disiapkan maka produksi mobil listrik bakal tidak mendapat respons dari pasar Indonesia. Borgias

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990