19September2017

Home Komentar Rekonsiliasi Fatah Dan Hamas Untuk Persatuan Palestina

Rekonsiliasi Fatah Dan Hamas Untuk Persatuan Palestina

Kabar gembira dari Palestina karena dua kubu yang selama ini berseberangan, Fatah dan Hamas,  mengumumkan untuk mengakhiri perseteruan mereka pada hari  Rabu (23 April 2014). Kedua kubu sepakat segera membentuk pemerintahan rekonsiliasi.  Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya, di Jalur Gaza dalam sebuah pidato mengatakan, perpecahan Palestina sudah berakhir dan akan digelar Pemilihan Umum dalam waktu 7 bulan. Sebelum ini, pernah dicapai kesepakatan namun tidak pernah terwujud.  Salah satu anggota delegasi utusan Abbas, Bassam Salhi, mengatakan, sebuah pemerintahan interim akan dibentuk secara bersama dalam beberapa pekan ke depan, dilanjutkan dengan pemilihan umum beberapa waktu berikutnya.

Rekonsiliasi ini mendapat tentangan dari Israel. Perdana Menteri Benyamin Netanyahu mengatakan, Abbas harus memilih berdamai dengan Israel atau berdamai dengan musuh Israel.  Seperti halnya Netanyahu, Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengatakan, kesepakatan kedua faksi Palestina merupakan tanda berakhirnya negosiasi damai Israel dengan otoritas Palestina. Sebaliknya, Juru Bicara Palestina mengatakan, soal rekonsiliasi adalah urusan dalam negeri Palestina.  Presiden Abbas lebih mementingkan persatuan rakyat Palestina.

Beberapa saat setelah kesepakatan itu,  sebuah pesawat jet tempur Israel melakukan serangan ke Jalur Gaza.  Serangan dilakukan saat ribuan orang turun ke jalan untuk merayakan kesepakatan bersejarah itu. Pernyataan Hamas menambahkan, serangan itu melukai enam orang warga Palestina. Sehari sebelumnya, Selasa (22 April 2014), Presiden Palestina mengatakan bahwa kelanjutan pembicaraan damai dengan Israel hanya jika Israel memenuhi prasyarat yang diajukan, di antaranya penghentian pembangunan pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Prasyarat tersebut langsung ditolak Israel. Pernyataan Abbas disampaikan setelah utusan Amerika Serikat, Martin Indyk, bertemu dengan perunding Palestina dan Israel. Tujuan pertemuan itu untuk menyelamatkan pembicaraan damai yang diinisiasi Amerika Serikat.  Selain prasyarat itu, Abbas juga akan menyetujui perpanjangan negosiasi setelah 29 April 2014 jika Israel melanjutkan pembebasan para tahanan sesuai kesepakatan awal dan membahas perbatasan negara Palestina di masa mendatang.

Rekonsiliasi di antara faksi yang bertikai di Palestina merupakan kabar baik bagi persatuan Palestina. Tentu saja dengan rekonsiliasi ini posisi tawar Palestina akan lebih kuat meskipun persatuan di antara faksi ini ditentang oleh Israel. Mungkin ini menjadi salah satu episode penting dalam sejarah perlawanan Negara Palestina dalam menghadapi zionis Israel. BNP

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990