22September2017

Home Komentar Pentingnya Menyelamatkan Hutan Bakau

Pentingnya Menyelamatkan Hutan Bakau

Indonesia dikaruniai kawasan mangrove yang sangat luas, yaitu sekitar 3,7 juta hektar atau hampir seperempat kawasan mangrove yang ada di dunia, tersebar di pesisir Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, hingga Papua. Namun, kegiatan pembangunan di wilayah pesisir telah mengurangi luas hutan mangrove di Indonesia. Penyebabnya antara lain adalah: pembukaan lahan atau konversi hutan menjadi kawasan pertambakan, pemukiman, industri dan lain- lain. Selain konversi, kerusakan hutan mangrove juga terjadi akibat pemanfaatan yang intensif untuk kayu bakar, bahan bangunan, pemanfaatan daun mangrove sebagai makanan ternak, serta penambangan pasir laut di sepanjang pantai bagian depan kawasan mangrove.

Berdasarkan data tahun 1999, luas wilayah mangrove yang terdapat di Indonesia yakni total 8,6 juta hektare. Namun sejak rentang 1999 hingga 2005, hutan bakau itu sudah berkurang sebanyak 5,58 juta hektare atau sekitar 64 persennya. Saat ini hutan mangrove di Indonesia yang dalam keadaan baik tinggal 3,7 juta hektar, sisanya dalam keadaan rusak dan sedang. Apabila tidak ada usaha untuk mencegah kerusakan, serta tak ada usaha untuk mengembalikan kondisi hutan mangrove, maka hutan mangrove di Indonesia akan hilang pada tahun 2020.

Upaya melestarikan dan menjaga ekosistem mangrove perlu digalakan karena jika bicara mengenai mitigasi iklim global, mangrove merupakan ekosistem yang penting diselamatkan. Menurut Daniel Murdiyarso, peneliti iklim dari Pusat Penelitian Hutan Internasional (CIFOR), satu hektar mangrove mampu  menyerap antara 600 hingga 1.800 ton karbon .Jika mangrove di Indonesia ada  3,7 juta hektar, sekurang-kurangnya 3 miliar metrik ton karbon dapat diselamatkan untuk tidak terlepas sebagai emisi ke udara.

Hutan mangrove sendiri memiliki kemampuan empat kali lipat dari hutan biasa sebagai penyimpan cadangan karbon dalam tanah.  Dengan menyelamatkan mangrove maka janji Presiden Yudhoyono kepada dunia untuk menurunkan emisi karbon Indonesia ke tingkat 26 persen  pada tahun 2020 dapat terwujud.

Selain itu, hutan mangrove tak cuma memiliki fungsi ekologis melainkan juga fungsi ekonomis. Perekonomian penduduk pesisir yang bergantung pada ekosistem mangrove juga akan semakin sulit bila hutan mangrove semakin berkurang. Tangkapan ikan, kepiting, serta kerang pun akan menyusut.

Rehabilitasi dan pengelolaan yang benar oleh masyarakat dan pemerintah, akan sedikit mampu mengembalikan ekosistem mangrove. Dalam lima tahun terakhir Kementerian kehutanan telah berhasil merestorasi 31.600 hektar hutan mangrove  dari target 40.000 hingga akhir tahun 2014. Rehabilitasi mangrove memakan waktu dan biaya. Oleh karena itu partisipasi masyarakat khususnya masyarakat pesisir perlu digalakan agar target restorasi pemerintah tercapai. Borgias

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990