Home Komentar Krisis Ukraina Dan Sanksi Uni Eropa

Krisis Ukraina Dan Sanksi Uni Eropa

Para menteri luar negeri negara-negara Uni Eropa pada hari Senin (14/4) sepakat akan menambah daftar orang-orang yang dikenai sanksi atas keterlibatan mereka dalam krisis Ukraina. Keduapuluh delapan menteri luar negeri tersebut juga mendesak Rusia untuk menarik mundur pasukannya dari perbatasan Ukraina serta segera menarik mandat Majelis Federasi untuk menggunakan kekuatan di wilayah Ukraina. Sebanyak 33 pejabat dan pemimpin perusahaan asal Ukraina dan Rusia, termasuk orang-orang di lingkaran Presiden Rusia, Vladimir Putin, sudah masuk dalam daftar sanksi tersebut. Menteri-menteri Uni Eropa menganggap Rusia bertanggung jawab atas situasi terakhir di Ukraina Timur.

Perancis bersama dengan para mitranya di Eropa juga tengah mempersiapkan sanksi keras atas krisis yang terjadi di Ukraina. Presiden Perancis, Francois Hollande, menyampaikan pernyataan tersebut kepada Presiden AS, Barack Obama, di kantornya, Senin (14/4).  Kedua pemimpin itu menyatakan keprihatinannya atas kekerasan yang akhir-akhir ini terjadi di Ukraina Timur. Hollande menegaskan pentingnya semua pihak menghindari provokasi.  

Ketegangan di Ukraina Timur semakin meningkat menyusul didudukinya sejumlah gedung pemerintahan oleh para separatis pendukung Rusia. Mereka menuntut digelarnya referendum lokal pemisahan diri dari Ukraina. Wilayah yang mayoritas penduduknya merupakan etnis Rusia ini bahkan telah meminta bantuan kepada Rusia. Meskipun begitu, baik para pengunjuk rasa maupun Rusia membantah bahwa Moscow telah terlibat dalam aksi unjuk rasa di Ukraina Timur ini. Negara-negara Barat sebelumnya menuduh Rusia telah memprovokasi para pengunjuk rasa untuk  melancarkan aksinya.

Upaya-upaya untuk mengacaukan kestabilan Ukraina memang harus diakhiri. Rusia harus menghormati kedaulatan Ukraina dan menolak aksi-aksi yang melanggar hukum di Ukraina Timur serta membantu menjaga kestabilan. Langkah-langkah diplomatik masih dapat dilakukan sebelum memberikan sanksi keras terhadap pihak-pihak yang dianggap terlibat dalam krisis di Ukraina tersebut. AHM

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990