Home Komentar Kesimpangsiuran Berita Keberadaan Pesawat Malaysia MH 370

Kesimpangsiuran Berita Keberadaan Pesawat Malaysia MH 370

Kantor berita Australia Herald Sun mengutip seorang ahli penerbangan, Geoffrey Thomas, Jumat (11/4)  memberitakan  tentang temuan lokasi kotak hitam dari pesawat MH370, milik Malaysian Airlines yang hilang  beberapa minggu yang lalu . Berita ini pun lalu diposting oleh stasiun radio 6PR di Perth.

Sementara itu,  Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang saat itu berada di China mengatakan, pihaknya sangat yakin bahwa sinyal yang terdeteksi dalam pencarian pesawat Malaysia Airlines - MH370 memang berasal dari kotak hitam pesawat naas itu. Saat itu tim pencari mendeteksi lima sinyal yang datang dari area pencarian. Namun, keyakinan Abbott itu hingga sekarang belum bisa dibuktikan, karena memang kotak hitam itu belum ditemukan apalagi diangkat ke permukaan laut.  Bahkan tim pencari dari Angkatan Laut Amerika Serikat berniat menghentikan pencarian jika tidak lagi menemukan bukti atau sinyal terbaru. Kapten Angkatan Laut Amerika Serikat, Mark Matthews, menyatakan, timnya mungkin akan  menyerah jika tak ada tanda-tanda tentang keberadaan kotak hitam pesawat itu.

Kemudian, ketika keyakinan Tony Abbott tentang keberadaan kotak hitam itu belum bisa dibuktikan muncul berita lain yang mengatakan kalau pesawat MH-370 itu ada di Afghanistan.

Surat kabar Rusia, Moskovsky Komsomolets, menurunkan sebuah berita yang fantastis namun kebenarannya perlu dipertanyakan.  Pesawat Malaysia Airlines bernomor penerbangan MH370  katanya dibajak oleh kelompok teroris yang tidak dikenal di Afganistan.

Yang menjadi pertanyaan, jika pesawat itu memang dibajak oleh teroris, maka seharusnya ada tuntutan dari mereka kepada pihak tertentu. Namun hingga sekarang belum ada satupun laporan yang menyebutkan adanya tuntutan dari teroris yang katanya membajak pesawat Malaysia Airlines MH 370 itu. Artinya kebenaran laporan intelijen itupun perlu dipertanyakan. Kesimpangsiuran informasi tentang keberadaan pesawat itu hanya akan menambah kesedihan pihak keluarga. Pemerintah Malaysia sebaiknya mengeluarkan pernyataan resmi baru untuk menghilangkan kebingungan masyarakat, terutama keluarga para penumpang pesawat. Pane

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990