Home Komentar Pentingnya Penelitian Dan Inovasi Dalam Kemajuan ekonomi Indonesia

Pentingnya Penelitian Dan Inovasi Dalam Kemajuan ekonomi Indonesia

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui akun twitternya  @SBYudhoyono, 8 Januari 2014  menuliskan bahwa produk domestic bruto Indonesia menempati  peringkat 15 besar. Bahkan diprediksi  25 tahun lagi Indonesia masuk 10 besar kekuatan ekonomi dunia.

Penelitian dan inovasi merupakan hal penting dalam meningkatkan kualitas pertumbuhan  ekonomi Indonesia. Kemajuan ekonomi Indonesia tidak dilihat dari laju pertumbuhannya saja, tapi juga dilihat dari seberapa besar penelitian dan inovasi yang dilakukan. Hal ini bukan untuk kemajuan ekonomi suatu negara saja, tapi juga dapat diterapkan bagi pelaku usaha dalam dunia bisnis. Aspek Penelitian dan Inovasi juga berkorelasi dalam pembangunan ekonomi Indonesia jangka panjang. Beberapa negara maju seperti Korea Selatan dan Finlandia, membangun kemajuan ekonominya melalui penelitian dan inovasi teknologi. Perusahaan gadget seperti Nokia di Finlandia dan Samsung di Korea Selatan adalah salah satu bukti korelasi inovasi dan penelitian di dalam pembangunan ekonomi.

Diharapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pun diikuti  dengan perhatian yang besar terhadap penelitian dan inovasi. Sampai saat ini, anggaran Pemerintah untuk mengembangkan penelitian dan teknologi hanya 0,08 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Beberapa Negara tetangga yang PDB nya di bawah Indonesia, mengalokasikan anggaran untuk penelitian sebesar 1 persen dari Produk Domestik Bruto.

Masih kecilnya porsi alokasi anggaran untuk penelitian disinyalir menjadi alasan rendahnya jumlah peneliti di Indonesia. Menurut Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,  Lukman Hakim, saat ini, peneliti Indonesia yang terdaftar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia sebanyak 8.000 orang dan 16.000 peneliti bekerja di perguruan tinggi. Ia menilai, jumlah peneliti tersebut tentu saja terlalu kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mendekati 240 juta jiwa. Menurut Lukmah Hakim, idealnya Indonesia membutuhkan 200.000 peneliti di berbagai bidang untuk bisa mengejar ketertinggalan kemajuan teknologi dari negara lain.

Penelitian dipercaya sebagai tulang punggung negara maju untuk memenangkan persaingan, baik ekonomi maupun politik. Oleh sebab itu, jumlah peneliti harus diperbanyak.  Perlu dukungan banyak pihak agar bibit-bibit peneliti di Indonesia semakin berkembang. Tidak hanya dari pemerintah, para orang tua juga perlu mendorong anak-anak untuk menjadi peneliti. Selama ini paradigma yang berkembang di mata orang tua adalah bahwa menjadi peneliti tidak bisa memenuhi kebutuhan finansial anak-anak mereka nanti. Borgias

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990