19September2017

Home Komentar Masa Tenang Kampanye

Masa Tenang Kampanye

Masa kampanye Pemilihan Umum Legislatif 2014  telah berakhir  5 April 2014 yang lalu. Selama 21 hari, sejak 16 Maret, partai politik dan calon legislatif telah meramaikan ruang publik dengan janji, capaian dan permohonan mereka.  Di hari-hari terakhir masa kampanye,  juru kampanye utama 12 partai politik nasional dan 3 partai politik di Aceh terjun langsung untuk meminta dukungan pada hari pencoblosan.

Baliho, poster, spanduk, iklan di media cetak dan elektronik, sampai pesan singkat menjadi media partai politik dan calon anggota legislatif untuk memikat calon pemilih.  Namun kesempatan bagi para peserta pemilu  untuk   meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program telah usai. 

Meski telah diatur dalam  Peraturan Komisi Pemilihan Umum tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye,  selama ini  masih saja ditemukan sejumlah pelanggaran.  Komisi Penyiaran Indonesia mencatat delapan partai politik melanggar ketentuan penayangan iklan kampanye di media televisi berjaringan nasional pada  tanggal 24 sampai 30 Maret 2014.  Sedangkan Komisi Perlindungan Anak Indonesia mencatat ada 248 kasus pelanggaran penyalahgunaan anak dalam kegiatan politik selama kampanye.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana dengan  masa tenang? Ada kekhawatiran akan masih adanya peserta pemilu yang melakukan manuver politik di masa  ini. Tentunya  untuk menarik simpati pemilih di saat-saat terakhir.  Namun sepatutnya mereka bisa menahan diri. Masyarakat pemilih perlu diberi  kesempatan untuk bisa berpikir tenang  dalam  menentukan calon wakilnya.  

Menteri Koodinator Politik, Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto mengharapkan  agar semua pimpinan partai berkonsolidasi untuk menyongsong pelaksanaan pemilu tanggal 9 April. Keamanan dan ketertiban yang telah dapat dijaga dengan baik selama masa kampanye, harus tetap dipertahankan. Sementara Badan Pengawas Pemilu meminta kepada peserta pemilu untuk membantu membersihkan segala bentuk atribut kampanye yang masih terpasang.  Seluruh lembaga penyiaran pun diminta untuk tidak menyiarkan segala bentuk iklan kampanye partai politik ataupun calon legislatif.

Tantangan yang  akan dihadapi bangsa Indonesia di lima tahun mendatang tidaklah ringan. Pemimpin yang baru misalnya,  hanya punya waktu yang singkat sebelum   Indonesia   memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Padahal bangsa ini  harus siap menghadapi segala tantangan dan mengambil kesempatan dengan berlakunya MEA ini. Calon pemilih pun diharapkan bisa menggunakan  masa tenang untuk berpikir lebih jernih  dalam  menentukan wakilnya di Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah. Agar mereka yang terpilih adalah orang-orang berkualitas, yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik. Setidaknya untuk  lima tahun mendatang. Nouva

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990