Home Komentar Zimbabwe, Negara Kaya Yang Mengalami Krisis

Zimbabwe, Negara Kaya Yang Mengalami Krisis

Zimbabwe adalah sebuah Negara di Afrika bagian selatan yang  terkurung di antara Zambia di Utara, Mozambiq di Timur, Afrika Selatan di Selatan dan Botswana di Barat. Saat memproklamasikan kemerdekaan dari Inggris tahun 1965 oleh minoritas kulit putih, Negara ini dinamakan Rhodesia. Setelah pengakuan kedaulatan oleh Kerajaan Inggris, tahun 1984, negara ini dinamakan Zimbabwe.  Sejak saat itulah Robert Mugabe dikenal sebagai elit di negeri itu. Sejak 1987 Undang-undang Dasar direvisi dan kedudukan Presiden yang hanya seremonial diubah menjadi Presiden sebagai pemegang kekuasaan eksekutif.  Sejak saat itu pula, Robert Mugabe berkuasa di Zimbabwe.

Setelah masa pemerintahannya ini, Zimbabwe mengalami beberapa masalah terutama di bidang ekonomi. Zimbabwe diberkahi dengan kekayaan alam berupa berlian. Namun salah urus dan korupsi membuat ekonomi Zimbabwe mengalami krisis. Demi membenahi perekonomian yang tengah morat-marit, Zimbabwe siap mendongkrak produksi berliannya. Rencananya, seperti disampaikan Presiden Robert Mugabe di Harare, Jumat (21/2/2014), pihaknya akan menyederhanakan sektor industri berlian ini agar lebih terfokus, dengan maksimal dua perusahaan pertambangan beroperasi di Zimbabwe. Saat ini, Zimbabwe memiliki satu lahan pertambangan terbesar yakni di Marange, sebelah timur negeri tersebut, dengan tujuh perusahaan pertambangan berlian.

Tindakan lainnya, Pemerintah Zimbabwe menerapkan larangan bagi warga negara asing memiliki sejumlah usaha di negeri itu mulai tahun 2014. Aturan kontroversial ini sebenarnya sudah ada sejak 2010 tetapi belum diterapkan. Sejauh ini, aturan ini baru menempatkan warga Zimbabwe di pertanian-pertanian yang dulu dimiliki warga kulit putih dan sejumlah usaha lain yang dimiliki warga Barat. Dipastikan warga negara asing dari China, Republik Demokratik Kongo, India, Nigeria, dan Pakistan akan merasakan dampaknya.  Orang asing bahkan tidak boleh memiliki usaha kecil seperti potong rambut.

Uni Eropa gemas dengan apa yang terjadi di Zimbabwe. Untuk itulah saat diadakan KTT Afrika dan Uni Eropa, di Brussels, delegasi Zimbabwe dibatasi. Uni Eropa menolak memberikan visa bagi istri Presiden Mugabe. Karena masalah itu, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe dikabarkan memboikot KTT Afrika dan Uni Eropa. Sebenarnya Mugabe dan istrinya masih mendapatkan sanksi larangan bepergian ke Eropa. Namun untuk Mugabe larangan itu dicabut sementara agar dapat menghadiri pertemuan di forum internasional.

Sanksi yang dijatuhkan kepada Zimbabwe membuat Negara itu makin terjerembab dalam krisis yang berkepanjangan. Bagaimana nasib Zimbabwe ke depan jika Mugabe masih berkuasa? Bagaimana pula nasib negeri itu jika Mugabe tutup usia? Diharapkan jika Mugabe tidak berkuasa lagi, pemimpin Zimbabwe masa depan membawa perubahan yang lebih baik bagi negeri dan rakyatnya. BNP

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990