19September2017

Home Komentar Upaya Meningkatkan Perolehan Suara Dalam Pemilu 2014

Upaya Meningkatkan Perolehan Suara Dalam Pemilu 2014

Saudara, saat ini para calon legislatif sedang melakukan kampanye untuk menarik simpati masyarakat pemilih. Berbagai strategi ditempuh untuk meraup suara sebanyak-banyaknya  pada pemilihan umum legislatif 2014. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kemasyuran seorang tokoh partai politik.  Menurut hasil survey yang dilakukan Charta Politika, ada 7 partai politik yang mengandalkan ketenaran tokoh yang dijadikan calon presiden  untuk memperebutkan suara di pemilihan legislatif 2014. Mereka  adalah Partai Demokrat dengan menampilkan sosok Susilo Bambang Yudhoyono, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan menampilkan  Joko Widodo, Partai Keadilan Sejahtera dengan menampilkan Hidayat Nur Wahid, Gerakan Indonesia Raya dengan menampilkan Prabowo Subianto, Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia dengan menampilkan  Sutiyoso, Partai Amanat Nasional dengan menampilkan Hatta Radjasa.

Karisma dari  sosok besar itu diyakini mampu menarik pengaruh masyarakat. Sehingga di baliho, spanduk, dan sticker kampanyenya para calon anggota wakil rakyat  menampilkan bukan hanya wajahnya  sendiri, namun menyertakan sosok besar di kanan, kiri, atas, dan bawah dari ruang atribut kampanye itu.

Penggunaan tokoh besar atau tokoh tenar dalam atribut kampanye oleh partai politik memang syah-syah saja. Akan tetapi, strategi mengandalkan sosok besar sebenarnya menunjukkan ketidakberhasilan partai politik itu di tengah masyarakat. Partai politik gagal hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan aspirasi mereka. Sehingga saat menjelang pemilu, mereka memerlukan sosok besar untuk mendongkrak perolehan suara. Padahal, bila partai politik mampu menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya, tanpa menampilkan sosok besar pun masyarakat akan mendukungnya. Ada partai politik yang tak memiliki tokoh besar namun perolehan suaranya dari pemilu ke pemilu semakin membaik. Ini satu bukti bahwa ketenaran tokoh besar bukan jaminan.  Jadi sebetulnya sebuah partai politik bisa saja  mendulang suara tanpa  menampilkan atau menyertakan sosok terkenal. Yang penting  sejauh mana partai politik itu mampu mengakomodasi aspirasi rakyat. Meski menampilkan tokoh besar, namun kalau perilaku para kadernya di parlemen koruptif dan tak aspiratif terhadap masyarakat, maka tokoh yang tenar sekalipun tak akan mempengaruhi dukungan pemilih.

Ke depan, partai politik hendaknya tidak mengandalkan strategi instan dalam menarik simpati atau kepercayaan masyarakat. Partai politik perlu senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat. Berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat agar bisa melihat dan memahami serta memecahkan masalah-masalah yang dihadapi. Partai politik yang dapat dipercaya rakyat adalah yang mampu berinteraksi dengan rakyat secara intensif. Bukan hanya menjelang pemilihan umum saja, tetapi juga sebelum dan setelah pemilihan umum. Partai politik yang dekat dengan masyarakat pastilah akan didukung oleh masyarakat. BRG.

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990