Home Komentar Hari Raya Nyepi Dan Upaya Hemat Energi

Hari Raya Nyepi Dan Upaya Hemat Energi

Hari ini, 31 Maret 2014, umat Hindu di seluruh Indonesia merayakan hari raya Nyepi yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan manusia  lahir bathin. Hal  ini dilaksanakan dengan melakukan keheningan selama 24 jam dari fajar menyingsing hingga matahari terbit di hari berikutnya. Selama itu pula  umat Hindu menjalani empat pengendalian diri yang disebut catur berata. Yaitu,  tidak menyalakan api  (amati geni),  tidak  bekerja (amati karya), tidak bepergian (amati lelungan), dan menghindari  segala hiburan (amati lelanguan).  

Menurut IGN Wiratmaja PujaStaf Ahli Menteri ESDM yang juga Guru Besar Institut Teknologi Bandunghari raya Nyepi secara spiritual identik dengan pengendalian hawa nafsu. Namun secara praktis sangat berkaitan dengan upaya penghematan energi. Selama Nyepi, umat Hindu tidak bepergian, tidak menyalakan lampu dan tidak menyetel televisi. Tindakan mereka identik dengan penghematan energi.  

Menurut  Wiratmaja, Nyepi sangat berkaitan dengan Kebijakan Energi Nasional. Pada tahun 2013  menteri ESDM mengeluarkan  Keputusan menteri  tentang Catur Dharma Energi, yaitu meningkatkan produksi minyak dan gas bumi, mengurangi impor bahan bakar minyak, mengembangkan energi baru dan terbarukan, dan hemat energi. Dharma yang terakhir  inilah yang  selaras dengan keempat pengendalian diri dalam Nyepi.   

Menurut data tahun-tahun sebelumnya, penggunaan listrik pada saat Nyepi mengalami penurunan yang sangat signifikan    yaitu  sebesar 50% dari hari-hari  biasa. Penggunaan bahan bakar minyak  dan LPG pun turun drastis, karena umat Hindu tidak bepergian dan tidak melakukan kegiatan memasak. Selain itu, terdapat pengurangan polusi dari emisi gas karbondioksida ke udara, yang pada hari-hari biasa dikeluarkan oleh pembakaran bahan bakar minyak dan LPG.

Andaikan saja masyarakat di seluruh Indonesia dapat secara serentak, selama satu hari saja, melakukan penghematan energi sebagaimana halnya yang dilakukan umat Hindu Bali pada saat Nyepi. Maka dapat  dibayangkan berapa banyak  penghematan energi dan penghematan devisa Negara yang dilakukan. Dana yang dihemat dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat di berbagai bidang yang masih belum teranggarkan. Sementara, dengan penghematan energi, masyarakat dapat sejenak menghirup udara segar yang bebas polusi.

Tiap agama mengajarkan kebaikan kepada umatnya. Hari raya Nyepi memang milik umat Hindu, tapi arti dan kebaikan di dalamnya dapat ditiru oleh siapa pun dan dapat berpengaruh sangat besar dalam kehidupan umat manusia. EGR.

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990