19September2017

Home Komentar KTT Ke-25 Liga Arab : Solidaritas Demi Masa Depan

KTT Ke-25 Liga Arab : Solidaritas Demi Masa Depan

Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-25 Liga Arab  yang  berlangsung hari Selasa lalu di Kuwait City diwarnai perpecahan di antara negara-negara Arab. Ini merupakan KTT yang paling kurang pesertanya sejak berdirinya Liga Arab tahun 1945. Hanya 13 dari 22 Kepala Negara Arab yang hadir di dalam forum tertinggi antar Negara Arab tersebut.

KTT yang bertema “KTT Solidaritas untuk Meraih Masa Depan Lebih Baik” ingin menunjukkan keinginan para pemimpin di kawasan Timur Tengah untuk membangun kembali solidaritas dan mengakhiri perpecahan.

Harapan untuk rekonsiliasi disampaikan sejumlah pemimpin Arab dalam acara pembukaan KTT. Emir Kuwait, sebagai tuan rumah KTT,  Sheikh Sabah al-Ahmad, menggaris bawahi bahwa titik temu di antara negara-negara Arab masih lebih besar ketimbang perbedaannya. Hanya saja terlihat adanya perbedaan pendekatan dalam mewujudkan rekonsiliasi itu.

Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil Al-Arabi, mengatakan, adanya ketegangan hubungan dan perpecahan yang terjadi antara sesama negara Arab mengancam stabilitas di kawasan itu. Al-Arabi mengharapkan semua pihak, terutama yang bertikai, untuk mengakhiri ketegangan hubungan agar terwujud solidaritas Arab.

Beberapa hal menjadi sorotan di KTT tersebut. Masalah di Mesir disampaikan Kuwait dan Arab Saudi yang menginginkan semua pihak di Mesir untuk mengikuti peta jalan damai yang dirancang pihak militer. Kedua negara ini dikenal sebagai pendukung kuat pemerintah sementara Mesir.

Sementara Qatar menyoroti blokade atas jalur Gaza oleh Israel.  Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, mengecam keras terus berlanjutnya aksi blokade dan  meminta semua negara Arab berusaha membantu mengakhiri blokade itu. Jika Arab Saudi dan Kuwait menyinggung isu terorisme dan memasukkan beberapa kelompok, termasuk Ikhwanul Muslimin, sebagai kelompok teroris, tidak demikian halnya dengan Qatar. Sebagai pendukung Ikhwanul Muslimin, Qatar tidak menyentuh masalah terorisme.  

Meski berbeda dalam hal terorisme, para pemimpin Arab memiliki pandangan yang sama dalam soal Palestina, Suriah dan Irak. Dalam soal Suriah, di KTT, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Salman bin Abdulaziz, Selasa (24/3/2014), mengatakan, komunitas internasional sudah mengkhianati para pemberontak Suriah karena gagal mempersenjatai mereka. Perlu diketahui, Arab Saudi adalah salah satu pendukung terbesar pemberontak Suriah sejak perang saudara pecah tiga tahun lalu. Sedangkan pemerintah Bashar Asaad mendapat sokongan senjata dari Iran dan Rusia. Kursi Suriah dikosongkan dalam KTT itu, tetapi Sekretaris Jenderal Liga Arab, Nabil al-Arabi, mengatakan, kelompok oposisi Suriah harus memenuhi sejumlah persyaratan legal sebelum mengambil alih kursi Suriah itu.

Sebagai kawasan yang memiliki kekayaan minyak bumi terbesar, diharapkan kawasan Timur Tengah tempat kebanyakan negara anggota Liga Arab berada dapat menjaga kestabilan kawasan. Perubahan keseimbangan geopolitik di kawasan itu dapat menimbulkan efek yang besar terutama terhadap ekonomi dunia yang masih bergantung pada pasokan minyak bumi dari Timur Tengah. BNP

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990