19September2017

Home Komentar Sepak Terjang Teroris, Alasan Perlunya Bersatu Dalam Menjaga Keamanan Bersama

Sepak Terjang Teroris, Alasan Perlunya Bersatu Dalam Menjaga Keamanan Bersama

Kekhawatiran akan sepak terjang teroris menjadi alasan perlunya masyarakat dunia bersatu dalam menjaga keamanan bersama dalam mencegah material nuklir jatuh ke tangan yang salah dan tidak bertanggung jawab.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dalam sambutannya di pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Keamanan nuklir atau Nuclear Security Summit 2014 mengatakan, masih ada sekitar dua ribu ton bahan nuklir yang tersebar di seluruh dunia dan dapat dijadikan senjata ini menjadi perhatian keamanan dunia. Sebelumnya, pada tahun 2008 Presiden Amerika Serikat berpidato di Praha menyatakan, terorisme nuklir sebagai salah satu ancaman terbesar untuk keamanan internasional.

Pada tahun 2010 di Washington, Obama untuk pertama kalinya menggelar Konferensi Tingkat Tinggi Keamanan Nuklir sekaligus menjelaskan tujuannya, meminta perhatian pada tingkat tertinggi agar pengamanan bahan nuklir ditingkatkan sehingga dapat mencegah terorisme nuklir. Walikota Den Haag, Jozias Van Aartsen, ketika mendampingi Perdana Menteri Belanda menjelang dimulainya KTT Keamanan Nuklir menyatakan, tujuan KTT kali ini adalah untuk membuat dunia lebih aman. Pada KTT di Den Haag yang berlangsung selama dua hari pada 24 sampai dengan 25 maret 2014 dibicarakan tiga hal penting, yakni pengurangan bahaya bahan nuklir di seluruh dunia, Peningkatan pengamanan bahan nuklir yang sudah ada, serta penguatan kerjasama internasional.

Delegasi Indonesia pada KTT Keamanan Nuklir kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Boediono. Pada hari ke dua wapres menyampaikan beberapa capaian dan dukungan Indonesia kepada upaya di bidang keamanan nuklir, seperti melanjutkan pemasangan radiological portal monitor di pelabuhan-pelabuhan laut di Indonesia serta pengesahan International Convention for The Suppression of Acts of Nuclear Terrorism.

Boediono juga menyampaikan, model implementasi legislasi nasional mengenai keamanan nuklir yang diinisiasi Indonesia nantinya bebas diaplikasikan oleh negara-negara peserta KTT, namun dengan penyesuaian terhadap kondisi masing-masing negara. Demi keamanan bersama, Indonesia tetap berkomitmen  bahwa harus ada upaya konkret dalam menghindari ancaman material nuklir jatuh ke tangan yang salah, yaitu dengan pelucutan senjata dan pemusnahan senjata nuklir.

Sejak tahun 2013, pemerintahan Indonesia mulai menyiapkan rancangan undang-undang untuk keamanan nuklir yang akan diajukan ke DPR tahun 2015. Menurut data, jumlah bahan nuklir berbahaya berhasil dikurangi menjadi uranium sangat diperkaya atau highly enriched uranium / heu. Namun heu juga digunakan dalam reaktor untuk penelitian dan memproduksi isotop bagi kepentingan pengobatan. Sedangkan di beberapa negara, plutonium digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga nuklir.

Semoga apa yang diupayakan dan diusahakan dari KTT Keamanan Nuklir ini tidak hanya sebatas wacana ketika sidang sedang berlangsung, tapi dibuktikan dengan kerja keras dan kesadaran bahwa penggunaan material nuklir hanya untuk perdamaian dan kemaslahatan manusia. ANM

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990