22September2017

Home Komentar Peran Dewan Perwakilan Daerah Diharapkan Lebih Kuat

Peran Dewan Perwakilan Daerah Diharapkan Lebih Kuat

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia  lahir 1 Oktober  2004, sebagai  hasil amandemen ke tiga Undang-Undang Dasar 1945.  Gagasan dasar pembentukan Dewan Perwakilan Daerah  adalah untuk lebih mengakomodasi aspirasi daerah dan sekaligus memberi peran yang lebih besar kepada daerah. Khususnya  dalam proses pengambilan keputusan politik terutama untuk  hal-hal yang berkaitan langsung dengan kepentingan daerah. Ini merupakan sebuah langkah  perubahan atau koreksi atas praktek  pengambilan keputusan yang  bersifat sentralistik di masa lalu. Praktek tersebut terbukti telah mengakibatkan ketimpangan dan rasa ketidakadilan, bahkan  ancaman terhadap keutuhan wilayah negara dan persatuan nasional. Pada masa orde baru sebenarnya ada perwakilan daerah di parlemen yang disebut Utusan Daerah. Tetapi keberadaannya  dianggap tidak memadai untuk menjawab berbagai tantangan yang ada.

Dewan Perwakilan Daerah mempunyai tiga arti penting. Pertama, sebagai pintu masuk bagi partisipasi masyarakat dalam pembentukan undang-undang yang tidak bebas dari pengaruh kepentingan partai-partai politik. Dewan Perwakilan Daerah  diharapkan dapat benar-benar menyuarakan secara langsung suara rakyat.  Kedua, sebagai pendorong adanya transparansi dalam kinerja parlemen secara keseluruhan. Ini  misalnya dapat dilakukan  melalui rapat yang terbuka dalam rangka transparansi dan akuntabilitas. Ketiga, sebagai  kekuatan penyeimbang dalam Dewan Perwakilan Rakyat.

Sampai saat ini, peran Dewan Perwakilan Daerah dalam menyalurkan aspirasi daerah masih  belum optimal. Masyarakat pada umumnya belum melihat kontribusi mereka yang nyata dan signifikan. Anggota Dewan Perwakilan Daerah jarang turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi masyarakat.  Ditengarai  kualitas anggota lah yang mengakibatkan mereka tidak mampu mendeteksi permasalahan daerahnya.  Seharusnya anggota Dewan Perwakilan Daerah itu proaktif turun ke lapangan. Mereka harus mampu  menyerap aspirasi masyarakat sekaligus melaporkan kinerja mereka kepada konstituen. Sebagai wakil daerah, mereka harus memiliki intuisi sosial yang tajam untuk mampu mendeteksi permasalahan-permasalahan daerahnya dan menyampaikan  bentuk pembangunan yang tepat sampai ke pusat.

Saat ini ada 945 orang calon anggota Dewan Perwakilan Daerah. Dari jumlah itu, ada banyak tokoh akademik dan politik yang pernah menduduki jabatan sebagai bupati, gubernur, ketua partai dan lain-lain. Majunya tokoh-tokoh berpengalaman dalam pemilu legislatif 2014 membangkitkan harapan bahwa ke depan peran Dewan Perwakilan Daerah akan lebih kuat.  Hasil kerjanya pun akan  bisa dirasakan oleh masyarakat karena diisi oleh figur yang berpengalaman. Borgias

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990