Home Komentar Ruang Terbuka Hijau

Ruang Terbuka Hijau

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Ikatan Ahli Perencana Indonesia pada tahun 2011 untuk Most Livable City  (Kota paling layak huni), kota-kota besar di Indonesia dinyatakan berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Survey yang dilakukan terhadap warga di 15 kota menunjukkan, nilai rata-rata indeks kenyamanan kota adalah sekitar  54 persen, dengan indeks kenyamanan tertinggi  untuk kotaYogyakarta. Bahkan Jakarta sebagai ibukota Negara menempati posisi ke 13, atau nomor  3  dari bawah.

Salah satu kriteria penentu kenyamanan kota adalah Ruang Terbuka Hijau, yang dapat berupa taman-taman publik, hutan kota, maupun tanaman yang terdapat  di halaman rumah penduduk. Menurut UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area memanjang atau jalur yang penggunaannya lebih bersifat terbuka sebagai tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alami maupun yang ditanam. Di Jakarta, Undang-Undang tersebut dikuatkan dengan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang yang menyatakan minimal 30 % dari luas keseluruhan kota harus diperuntukkan bagi Ruang Terbuka Hijau (RTH). Keberadaan RTH diyakini penting dalam membentuk lingkungan kota yang nyaman dan sehat.

Selain Jakarta, pemerintah kotaBandung saat ini juga sangat peduli dengan keberadaan RTH. Direncanakan, 600 taman di kotaBandung yang telah ada sejak jaman pemerintahan Belanda akan disulap menjadi taman tematik. Diharapkan, taman-taman ini akan meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat. Walikota Bandung, Ridwan Kamil, menargetkan 10 taman akan hadir selama satu tahun pada masa kepemimpinannya.

Mengapa terkesan sulit bagi kota-kota besar untuk memiliki dan mempertahankan RTH? Salah satu alasannya adalah semakin meningkatnya pembangunan gedung komersial, seperti pusat perbelanjaan, hotel, apartemen, gedung-gedung perkantoran dan lainnya. Menurut Acep Iwan Saidi, Pengamat Sosial dan Budaya ITB, nyaris di semua kota di Indonesia, penataan kotanya tidak terencana dengan baik sebab selalu kalah oleh kepentingan pemodal

Target kotaJakarta memiliki RTH sebanyak 30% luas kota tidak mungkin tercapai jika hanya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Karena itu disepakati, 16% dilakukan Pemprov dan 14% sisanya dilakukan swasta. Menurut Wiriyatmoko, Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan DKI Jakarta, hingga saat ini, DKI Jakarta sudah memiliki 10% RTH. Sisanya  ditambah  yang dilakukan pihak swasta dan masyarakat dijanjikan akan tercapai paling lambat pada tahun 2030.

Sebenarnya ruang terbuka hijau memiliki banyak fungsi bagi masyarakat. Selain sebagai paru-paru kota, filter bagi udara yang kian tercemar, taman kota juga dapat dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas ringan, pelepas kepenatan dan tempat bersosialisasi antarwarga. Berada di ruang terbuka hijau juga dapat memberikan kesegaran dan ketenangan  bagi syaraf. Ruang terbuka hijau adalah hak warga yang wajib disediakan Pemerintah. Idealnya semua kota memenuhi kebutuhan masyarakat tersebut. Lebih banyak taman kota, hutan kota atau apa pun bentuk ruang terbuka hijau, akan menciptakan masyarakat yang sehat, baik secara fisik maupun batin. Egr

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990