Home Komentar Meningkatkan Partisipasi Pemilih

Meningkatkan Partisipasi Pemilih

 

Pemilihan Umum atau pemilu 2014, tinggal hitungan hari. 9 April 2014, rakyat Indonesia yang terdaftar sebagai pemilih dalam daftar pemilih tetap, akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih anggota legislatif tingkat nasional dan daerah. Terselenggaranya pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil seperti diamanatkan Undang-undang Dasar 1945, adalah keharusan. Berkenaan dengan itu di Jakarta  telah dilaksanakan diskusi Indonesia Satu yang mengangkat tema ‘Pemilu 2014, Kesiapan dan Tantangan”. Tampil sebagai pembicara  dalam diskusi yang digelar harian nasional, Kompas, adalah Ketua Komisi Pemilihan Umum Husni Kamil Manik, Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu Jimly Asshiddiqie, Asisten Operasional Polri Irjen Arif Wachyunadi, anggota Badan Pengawas Pemilu Endang Wihdatiningtyas, mantan Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti, dan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat M Afifuddin 

Dari diskusi itu terungkap, Komisi Pemilihan Umum meyakini, pada pemilu  legislatif 9 April nanti banyak sejarah baru yang mereka torehkan. Komisi Pemilihan Umum mengklaim inilah pemilu secara aturan paling siap dan diikuti semangat transparansi. Komisi Pemilihan Umum memulai transparansi dengan membangun Sistem Informasi Data Pemilih terbesar di dunia, dengan mengumpulkan data pemilih hingga ratusan juta pemilih dalam satu sistem basis data yang terkonsolidasi. Komisi Pemilihan Umum  bahkan menawarkan basis data daftar pemilih tetap  ini bisa dimanfaatkan siapa pun, termasuk partai politik  jika ingin menggunakannya untuk kepentingan perekrutan politik.

Yang masih menimbulkan keraguan adalah, apakah seluruh pemilih yang terdaftar akan menggunakan hak pilihnya?  Penurunan partisipasi pemilih masih menjadi ganjalan, padahal suara mereka akan sangat menentukan masa depan Indonesia dalam lima tahun ke depan.  Tapi setidaknya hasil survey yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia dan International Foundation for Electoral System menggembirakan. 90 persen responden menyatakan akan mencoblos dalam Pemilu 2014.

 Memang banyak kegiatan yang dilakukan, untuk meningkatkan kesadaran pemilih agar menggunakan hak pilihnya. Di Jakarta, Himpunan Mahasiswa Islam mendeklarasikan Gerakan Pemilih  Cerdas, untuk menyelamatkan Pemilu 2014 dari ancaman musuh-musuh demokrasi, kecurangan, pengawasan dan penghitungan hasil pemilihan, politik uang, dan potensi konflik horizontal yang dimungkinkan terjadi dalam penyelenggaraan Pemilu. Gerakan Pemilih Cerdas difokuskan kepada golongan muda dan pemilih pemula yang berjumlah lebih dari 30 persen dari jumlah total pemilih, agar lebih banyak yang berpartisipasi dalam Pemilu 2014 dan tidak menjadi golongan yang tidak mempunyai suara atau yang biasa disebut dengan Golongan Putih.

Radio Republik Indonesia, sebagai radio pemilu 2014 juga meningkatkan perannya dengan mengadakan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesadaran pemilih menggunakan haknya, melalui  program “RRI Goes To School" dan "RRI Goes To Campus". Melalui kegiatan ini RRI memberikan pendidikan pemilu, khususnya kepada generasi muda dengan melakukan dialog bersama pelajar dan mahasiswa di sekolah dan kampus. 

Meningkatkan partisipasi pemilih memang tak bisa dilakukan secara instan. Apalagi turunnya partisipasi dipengaruhi oleh turunnya kepercayaan terhadap partai politik  dan politikus yang mencalonkan diri dan ketidakpuasan atas kinerja para wakil rakyat. Tapi, tentu ini tak bisa dibiarkan. Sekecil apapun, upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih harus dilakukan.  Untuk menyadarkan pentingnya pemilih menggunakan  hak pilihnya, memang perlu  penanaman pemahaman dalam jangka panjang. Dan ini menjadi tugas dan tanggung jawab banyak pihak, mulai dari pemerintah, Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilihan Umum, dan lembaga-lembaga pemantau pemilihan umum, dan tentu saja yang paling penting adalah masyarakat umum.  

Para pemilih di 33 propinsi diharapkan akan datang mencoblos pada 9 April 2014, untuk menentukan 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat  dan 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah. Menggunakan hak pilih untuk menyuarakan aspirasi dalam Pemilihan Umum adalah tanggung jawab seorang warga negara, dengan harapan yang dipilih adalah orang-orang terbaik yang akan membawa Indonesia menjadi lebih baik Nouva

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990