Home Komentar Penerapan Kurikulum 2013 Perlu Dikawal

Penerapan Kurikulum 2013 Perlu Dikawal

 

Pada hari Rabu hingga Jum’at, 5-7 Maret 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menggelar ‘Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2014’ yang diikuti 1.007 peserta. Mereka adalah  dari para pemangku kepentingan pendidikan dan kebudayaan di Indonesia.  Kegiatan bertema ‘Evaluasi Kinerja Tahun 2010-2014 dan Penuntasan Implementasi Kurikulum Tahun 2013’ ini menjadi penting karena diadakan beberapa saat sebelum masa bakti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh berakhir. Dalam laporannya, Mohammad Nuh menyatakan bahwa semua pihak memahami betapa pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) untuk kemajuan suatu bangsa. Untuk membentuk kualitas SDM, dunia pendidikan sangatlah  berperan. Semua pihak juga memahami pentingnya pendidikan untuk semua, yang merupakan  prinsip dalam memberikan layanan pendidikan. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan tiga prinsip dasar dalam membangun dunia pendidikan dan kebudayaan, yaitu mendidik lebih dini, sekolah setinggi mungkin, dan menjangkau lebih luas.

Karena pembangunan pendidikan harus dilakukan secara berkesinambungan sepanjang masa, dibuatlah tahapan-tahapan yang harus dijaga pelaksanaannya. Salah satu tujuan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan adalah untuk menjaga keberlangsungan tahapan-tahapan yang telah direncanakan. Hal ini  dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, dan diupayakan dilaksanakan secara maksimal sesuai target capaian yang telah ditetapkan.    

Dalam sambutannya pada pembukaan Rembuk Nasional tersebut, Wakil Presiden Boediono meminta agar  penerapan Kurikulum 2013 dilaksanakan dengan komitmen yang jelas dan dikawal dengan ketat. Mengapa menjadi begitu penting? Karena dalam pelaksanaannya, banyak sekali masalah yang akan dihadapi di lapangan. Seperti diketahui,  Indonesia adalah Negara yang sangat beragam dalam berbagai aspek, termasuk variasi kemampuan guru sebagai kunci keberhasilan penerapan Kurikulum 2013.

Menurut Mendikbud, penerapan kurikulum baru yang mulai dilaksanakan secara bertahap sejak pertengahan 2013,  masih menyulitkan beberapa pihak terkait, salah satunya guru. Itu sebabnya pelatihan guru menjadi kata kunci penerapan Kurikulum 2013. Pelatihan tersebut menyangkut materi proses pembelajaran dan penilaian melalui pendekatan ilmiah. Pelatihan juga menyangkut semua sistem yang berlaku dalam Kurikulum 2013. Penilaian hasil belajar secara kualitatif atau deskriptif dalam kurikulum baru ini diakui sebagai yang paling dikeluhkan guru. Sesulit apa pun kurikulum baru yang akan dilaksanakan secara maksimal pada tahun 2014 ini,  akan terasa ringan jika semua pihak turut serta dalam penerapannya secara serius. Selain guru yang menjadi kunci, tentunya anak didik pun menjadi pihak yang sangat menentukan keberhasilan kurikulum ini.

Secara logika, kurikulum pendidikan yang baik seharusnya dapat dimengerti oleh pendidik, disampaikan kepada anak didik dengan cara yang menyenangkan kedua belah pihak, dan dapat dicerna dengan baik oleh anak didik. Egr.

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990