Home Komentar Memanfaatkan Bonus Demografi

Memanfaatkan Bonus Demografi

Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk menempati peringkat ke empat terbesar di dunia setelah China, India dan Amerika Serikat. Indonesia diproyeksikan akan menikmati bonus demografi selama 24 tahun, yakni tahun 2012-2035. Puncaknya diperkirakan terjadi pada tahun 2017 sampai 2019. Artinya, komposisi jumlah penduduk dengan usia produktif 15-64 tahun mencapai titik maksimal, dibandingkan usia nonproduktif 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas.

Apa maksud istilah ‘bonus demografi’? Istilah kependudukan ini menggambarkan tersedianya jumlah angkatan kerja atau penduduk produktif sangat tinggi di suatu Negara. Potensi manfaat ekonomi dari bonus demografi ditandai besarnya jumlah penduduk usia produktif dan rendahnya angka ketergantungan penduduk. Bonus ini hanya terjadi sekali bagi sebuah bangsa. Jika penduduk usia produktif lebih banyak menganggur dan tidak mempunyai penghasilan, mereka akan menjadi beban dan ancaman bagi bangsa.

Bonus Demografi Indonesia yang akan terjadi pada satu hingga tiga dekade mendatang akan menjadi malapetaka jika gagal mengelolanya, sebaliknya akan menjadi peluang bila berkualitas dan dikelola dengan baik. Bila isu kependudukan tak segera ditangani dengan terencana maka yang terjadi tentu bonus demografi Indonesia akan berlalu tanpa kemajuan yang diharapkan. Bonus demografi di Indonesia tidak otomatis dapat meningkatkan produktivitas nasional yang pada akhirnya akan mendorong kesejahteraan rakyat. Ada beberapa prasyarat yang harus dipenuhi. Seperti peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan ketrampilan, pengendalian laju pertumbuhan penduduk serta dukungan kebijakan ekonomi. Menurut Kepala Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gajah Mada,, Agus Heruanto Hadna, untuk Indonesia capaian pemenuhan prasyarat itu sampai saat ini masih rendah. Hal ini karena dikesampingkannya isu kependudukan sejak masa reformasi. Padahal, untuk memenuhi prasyarat itu, perlu adanya konsistensi dan perencanaan yang matang selama bertahun-tahun.

Patut disayangkan bila penduduk Indonesia tidak dapat memenuhi prasyarat memperoleh bonus demografi yang menguntungkan. Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, berpendapat, pemerintah terlambat menyiapkan prasyarat untuk memanfaatkan bonus demografi. Meski sudah dinikmati sejak 2012, optimalisasinya minim. Namun bila seluruh prasyarat terpenuhi, kita bisa menikmati pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan kesejahteraan yang lebih baik. Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisyahbana menyatakan, pemerintah akan terus mengejar pemenuhan prasyarat pemanfaatan bonus demografi. Banyak di antaranya bersifat jangka panjang, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. Armida mengakui, kualitas pendidikan masih rendah dan aksesnya belum merata. Kunci dari kualitas pendidikan adalah kualitas guru. Untuk jangka panjang, terkait dengan iptek, inovasi, tenaga terdidik dan tenaga terampil. Diharapkan langkah yang diambil oleh pemerintah dalam memenuhi prasyarat bonus demografi yang maksimal akan menjadi kenyataan, sehingga bangsa Indonesia dapat menikmatinya sebagai peluang. RT

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990