Home Komentar Kehadiran Tentara Rusia Di Krimea Perkeruh Suasana

Kehadiran Tentara Rusia Di Krimea Perkeruh Suasana

Sejak Presiden Victor Yanukovich digulingkan, ketegangan di Ukraina terus meningkat. Presiden Yanukovich mencari suaka ke Rusia, dan diterima baik . Rusia kemudian memutuskan untuk mengirim pasukannya ke daerah otonom Krimea. Menurut pemerintah Rusia, kehadiran tentaranya di daerah Krimea, Ukraina, adalah untuk tujuan damai, bukan perang. Nampaknya keberadaan tentara Moskow di Krimea mendapat dukungan rakyat Ukraina timur yang kebanyakan keturunan Rusia.

Gerakan politik untuk menggulingan presiden yang sah ternyata ditolak  sebagian warga di Krimea yang merupakan keturunan  Rusia. Mereka marah dan ingin melawan pemerintah yang berkuasa  saat ini.   Moskow berdalih pengiriman  pasukannya ke Krimea saat ini  adalah untuk meredakan ketegangan, agar tidak terjadi persoalan serius yang menjurus kepada  perang sipil.

Lantas,  mengapa militer Rusia mengultimatum  tentara Ukraina yang ada di Krimea  untuk keluar dari daerah itu? Bahkan dengan  batas waktu hari Selasa. Jika tidak,  tentara Rusia  mengancam akan melakukan tindakan militer.

Tindakan Rusia ini tentu tidak dapat diterima masyarakat internasional. Mengirim pasukan bersenjata ke wilayah negara lain dengan dalih apapun tidaklah  dapat dibenarkan.  AmerikaSerikat, negara yang sering kali berseberangan dengan kebijakan pemerintah Rusia dan menjadi kekuatan penyeimbang langsung mengecam keputusan tidak populer pemerintah Moskow itu.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengecam tindakan Moskow itu dan menyebutnya sebagai ‘agresi luar biasa’. Hubungan Washington dengan Moskow yang sebelumnya kurang harmonis, kini semakin memburuk. Kerry tak hanya mengeluarkan komentar pedas untuk mengutuk tindakan Rusia, melainkan juga mengancam akan menggunakan semua opsi untuk mengakhiri krisis Ukraina, termasuk respon militer AS. 

Meskipun begitu, Kerry menekankan pemerintahnya lebih berkeinginan untuk mencari resolusi damai.  Opsi yang paling mungkin dilakukan AS saat ini adalah menjatuhkan sanksi ekonomi untuk mengisolasi Rusia. Negara-negara G8 dan beberapa negara lainnya nampaknya juga sudah siap untuk memberikan sanksi kepada Rusia dengan berbagai pilihan yang ada. Di antaranya berupa larangan visa, pembekuan aset, isolasi perdagangan, serta larangan penanaman investasi di Rusia.

Kalau sanksi itu dijatuhkan, Rusia tentunya tidak akan tinggal diam, dan akan melakukan tindakan balasan. Hal ini tentu akan lebih memperkeruh suasana dan membuat penyelesaian masalah di Ukraina menjadi lebih sulit. Pane

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990