Home Komentar Indonesia Serius Dalam Pelaksanaan Konsep 3 R

Indonesia Serius Dalam Pelaksanaan Konsep 3 R

25 hingga 27 Pebruari 2014, di Surabaya, sejumlah menteri lingkungan hidup dan perwakilan negara se-Asia Pasifik menggelar diskusi membahas solusi permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan limbah dan sampah dalam 3R reduce, reuse, recycle.  Fifth Regional 3R Forum, In Asia and The Pasific atau  Forum Regional 3R Asia Pasifik ke lima,  membahas dan mengeksplorasi potensi dan kerjasama penanganan isu-isu dan tantangan dalam pengelolaan sampah.

Forum itu dihadiri 400 peserta yang terdiri dari 100 peserta internasional perwakilan negara,  ahli dalam bidang 3R dan manajemen sampah, serta perwakilan bilateral, multilateral, dan perwakilan Perserikatan Bangsa Bangsa. Forum ini mempunyai tema, Multilayer Partnerships and Coalition as the Basis for 3Rs Promotion in Asia and the Pacific atau Kerjasama Berbagai Lapisan dan Koalisi sebagai Basis untuk Promosi  3R di Asia dan Pasifik. 

Melihat sudah kelima kalinya forum ini diselenggarakan, jelas bahwa penanganan sampah menjadi perhatian sejumlah Negara, khususnya di Asia Pasifik. Di Indonesia, kampanye reduce, reuse, recycle sudah lama dicanangkan.  Sayangnya, prosentase pengelolaan sampah yang menggunakan konsep mengurangi, menggunakan dan mengolah kembali itu  secara nasional baru mencapai tujuh persen.  Padahal menurut Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Balthasar Kambuaya, potensi pengelolaan sampah dengan menggunakan konsep reduce, reuse, recycle ini memberikan hasil ekonomi hingga lima belas milyar perbulan.  Itu baru jumlah yang dihasilkan dari dua ribu bank sampah di beberapa kota di Indonesia. 

Melihat potensi ini,   jelas, pengelolaan sampah dengan konsep reduce, reuse dan recycle membuka peluang lain.  Selain memberikan hasil ekonomi, juga membuka peluang  kesempatan kerja, dan yang terpenting adalah menjaga kebersihan lingkungan.  

Sampah memang menjadi masalah bagi banyak orang, dan tak sedikit kebijakan dikeluarkan  dan kegiatan dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah.  Di Indonesia, dari jumlah penduduk 237 juta, dihasilkan sekitar 130 ribu ton sampah  setiap harinya.

Bila saja seluruh lapisan masyarakat sepakat dan melaksanakan konsep pengelolaan sampah dengan reduce, reuse, recycle, tentu sampah tak lagi dipandang sebagai benda yang tak berguna.  Kesadaran untuk mengelola sampah dengan konsep 3R ini tentunya perlu lebih ditingkatkan.  Walaupun sudah banyak organisasi, lembaga swadaya masyarakat atau komunitas yang melakukan gerakan peduli sampah, tentunya gerakan ini akan menjadi gerakan sesaat saja, bila tak diikuti dengan kesadaran dan keinginan untuk melaksanakan pengelolaan sampah.

Kesadaran dan  keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat Indonesia  mengurangi jumlah sampah, dan menggunakan kembali  atau mengolah kembali sampah-sampah berarti Indonesia telah ikut melaksanakan Hanoi 3R Declaration on Sustainable 3R Goals for Asia and The Pacific (2013-2023) pada Fourth Regional 3R Forum in Asia pada bulan Maret 2013. Deklarasi ini menjadi landasan dalam mengembangkan, mengimplementasikan dan memonitor kebijakan dan program 3R bagi Negara Asia Pasifik.  Dalam pelaksanaan Deklarasi 3R Hanoi, diperlukan kerjasama dan koalisi multi pihak yang bersifat berlapis, baik pemerintah, dunia usaha dan masyarakat. Kerjasama yang berlapis ini didasarkan pada pengertian dasar bahwa lingkup konsep 3R lebih luas dari manajemen sampah perkotaan, dan berhubungan erat dengan efisiensi sumber daya dalam sektor pembangunan yang sangat luas seperti pertanian, industri, dan energi, serta mengacu pada transisi menjadi ekonomi dan masyarakat yang efisien dalam penggunaan sumberdaya.

Pemerintah Indonesia sangat serius  dalam  penerapan konsep 3R ini, salah satunya adalah melalui pencanangan Deklarasi Menuju Indonesia Bersih 2020 di Surabaya pada 24 Pebruari 2014. Semoga deklarasi ini tidak hanya menjadi slogan saja, dan akan tercipta Indonesia bersih dari sampah.

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990