Komunitas ASEAN 2015, Siapkah Indonesia?

Sebuah survei pada 2012 lalu menyebutkan kalau hanya Thailand, Malaysia dan Singapura yang siap menyambut Komunitas ASEAN. Memang benar, bagi banyak orang di Indonesia, ASEAN adalah konsep asing. Dalam payung Komunitas ASEAN  akan terjadi pertukaran barang dan jasa antar  negara-negara anggota ASEAN.  Halangan tarif akan dikurangi sehingga barang-barang dari semua Negara anggota  bakal dengan mudah membanjiri Indonesia. Hal yang lain adalah Komunitas ASEAN membuat  tenaga kerja dari 9 negara tetangga kita bisa bekerja dengan bebas di Indonesia.

Dalam bidang Ekonomi, Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, OECD melalui risetnya yang ditulis dalam  buku bertajukEconomic Outlook for Southeast Asia, China, and India 2014 memunculkan pesan pentingnya soal loyalitas dan kepuasan konsumen. Riset yang dirilis pada Desember silam itu juga menekankan kalau dua hal tersebut menjadi bagian penting saat Pasar Bebas ASEAN 2015 terwujud.

Sementara itu masih berdasarkan riset yang sama, enam negara ASEAN (ASEAN 6)  diklasifikasikan oleh OECD akan mengunggulkan pertumbuhan ekonomi nasional untuk bersaing dalam Komunitas Ekonomi ASEAN (KEA) tahun depan. Indonesia, termasuk dalam keenam Negara tersebut, di samping Thailand, Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Riset OECD menjadi salah satu landasan untuk memetakan perkembangan di ASEAN untuk bisa bersaing pula pada pasar global. OECD juga mengingatkan Negara ASEAN untuk berswasembada beras. Dua negara anggota sudah berswasembada yaitu Thailand dan Vietnam. Sementara Indonesia sedang berjuang agar dapat mencapai swasembada beras. Hal ini penting mengingat beras adalah makanan pokok di Komunitas ASEAN.

Jika dibandingkan dengan negara anggota lainnya,  persiapan Indonesia masih kalah jauh dari segi promosi konsep Komunitas ASEAN. Pemerintah Thailand misalnya, menyiapkan dana besar untuk mempromosikan Komunitas ASEAN hingga ke sekolah-sekolah. Kamboja yang belum terlalu lama menjadi anggota ASEAN, punya acara mingguan tentang ASEAN di TV pemerintahnya. Sebaliknya di Indonesia, isu ASEAN, termasuk Komunitas ASEAN, tidak terlalu sering menghiasi halaman-halaman media.

Komunitas ASEAN sebelumnya baru akan diberlakukan pada tahun 2020. Namun para Kepala Negara ASEAN pada KTT ke- 12 ASEAN tahun 2007 sepakat mempercepat pembentukan Komunitas ASEAN dari 2020 menjadi 2015. Komunitas ASEAN 2015 terbagi dalam 3 pilar, yaitu: Komunitas Keamanan ASEAN, Komunitas Ekonomi ASEAN dan Komunitas Sosial Budaya ASEAN.

Dalam sebuah lokakarya dan sosialisasi Komunitas ASEAN yang diselenggarakan Kementerian Luar NegeriRI disadari bahwa pemahaman masyarakat masih rendah. Meski demikian ada harapan bahwa Indonesia berperan besar di ASEAN, karena menjadi kontributor penting keseimbangan dengan kekuatan ekonomi sebesar 41%. Ekonomi Indonesia yang terbuka dinilai tidak akan goyah saat memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN.  Pertanyaannya sekarang, di luar kesiapan ekonomi, apakah Indonesia juga sudah menyiapkan diri di bidang-bidang yang lain. Semoga saja Pemerintah Indonesia sudah mengambil langkah dan kebijakan di bidang-bidang lainnya agar siap memasuki Komunitas ASEAN 2015. BNP 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.