Home Komentar Gerakan Boikot Produk, Mimpi Buruk Bagi Israel

Gerakan Boikot Produk, Mimpi Buruk Bagi Israel

Pemerintah Israel mulai mengkhawatirkan gerakan internasional memboikot produk negara Yahudi itu. Gerakan yang sudah mulai berjalan di beberapa negara Eropa dikhawatirkan akan mengganggu perekonomian Israel hingga  mencapai 8 miliar dolar Amerika.

Gerakan “anti produk Israel” memang  baru dilakukan secara sporadis oleh individual, organisasi, lembaga atau perusahaan, dan bukan oleh negara. Namun dampaknya bisa jauh lebih dirasakan oleh pemerintah Israel dari pada gerakan anti-Israel yang berlangsung di Palestina, sebuah negara yang hingga saat ini sebagian wilayahnya masih dikuasai Israel.

Yang menjadi pertanyaan adalah, apa yang mendorong masyarakat internasional terutama di Eropa  untuk memboikot produk Israel?  Karena sebelum krisis melanda Eropa, masyarakat  Eropa tidak begitu perduli dengan “ kejahatan yang dilakukan Israel di Palestina”.

Alasan pertama adalah, kemanusiaan. Sampai saat ini pembangunan pemukiman Israel masih terus berlanjut di wilayah Palestina. Padahal  sudah mendapat kecaman dari masyarakat internasional termasuk  negara-negara sekutu tradisional Israel.. Sikap “keras kepala Israel” ini telah merusak negosiasi untuk mencapai kesepakatan damai dengan Palestina. Akibat sikap Israel itu, tiga perusahaan Uni Eropa yang sebelumnya menawarkan diri untuk pembangunan pelabuhan di Haifa dan Ashdod, Israel, membatalkannya pekan ini terkait dengan boikot Eropa yang berkelanjutan.

Alasan kedua adalah dominasi keturunan Yahudi dalam perekonomian Eropa. Semenjak krisis ekonomi yang menghebat di seluruh daratan Eropa,  gerakan yang menyalahkan pelaku bisnis Yahudi  di hampir seluruh kawasan itu, menyeruak. Masyarakat Uni Eropa menuduh para bankir, dan "baron" Yahudi sebagai biang dari krisis ekonomi yang melanda Eropa. 

Kalangan penduduk Eropa merasakan kondisi yang mereka alami, semata-mata akibat keserakahan para konglomerat Yahudi yang mendominasi sistem moneter dan ekonomi di negara-negara Uni Eropa. Kekayaan ekonomi yang berada di tangan para "baron" Yahudi itu, kini memunculkan krisis ekonomi yang sangat hebat di seluruh dunia. Tidak hanya di Eropa, di Amerika setahun lalu, lahir gerakan "Menduduki Wall Street" (OWS), di mana gerakan itu, kemudian berubah menjadi gerakan nasional. Ini karena terjadi ketimpangan yang sangat lebar. Dua  persen penduduk  Amerika terkaya  umumnya adalah  keturunan Yahudi. Mereka menguasai hajat hidup dari 98 persen rakyat Amerika. Jadi wajar saja kalau “gerakan anti-Israel termasuk produknya” muncul di mana-mana.

Kampanye boikot  internasional terhadap produk Israel bisa merugikan ekonomi Israel mendekati 8 miliar dolar per tahun, selain pemutusan hubungan kerja terhadap lebih dari 10 ribu pekerja Israel.  Hal ini merupakan “mimpi buruk” bagi Israel. Pane

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990