Home Komentar Kunjungan John Kerry Dan Stabilitas Laut Cina selatan

Kunjungan John Kerry Dan Stabilitas Laut Cina selatan

Amerika Serikat mencari sekutu baru di kawasan Asia Tenggara dan mengharapkan Indonesia berperan dalam penyelesaian sengketa wilayah di Laut Cina Selatan setelah hubungan Washington dan Beijing memanas dalam sepekan terakhir. Hal itu terlihat pada saat kunjungan John Kerry ke Indonesia untuk mengikuti Sidang Komisi Bersama ke-4 dengan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa. Acara Sidang Komisi tersebut digelar di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta.

Di hadapan ratusan media lokal dan internasional di Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Senin, 17 Februari 2014, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat  John F. Kerry mendukung Menteri Luar Negeri RI Marty M. Natalegawa, agar fokus mendorong terciptanya code of conduct  atau kode tata kelakuan baik di kawasan Laut Cina Selatan untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu. John Kerry menghargai peran Indonesia dalam kerjasama Cina-ASEAN, termasuk hal yang terkait dengan pentingnya code of conduct di Laut Cina Selatan.

Menurut Kerry, stabilitas kawasan di masa mendatang akan bergantung kepada code of conduct yang sedang diupayakan tersebut. Oleh karena itu, dia mendukung Marty untuk fokus ke isu tersebut dan mendorong semua pihak agar patuh dan mempercepat proses negosiasi. Menurut Kerry, semakin lama penyusunan tata perilaku, konflik di kawasan Laut Cina Selatan semakin rentan terjadi. Untuk itu, dia berharap semua pihak terkait dapat mengikuti tata perilaku yang diinisiasi Indonesia ini.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengatakan, Indonesia menginginkan penyelesaian masalah di Laut Cina Selatan tidak menggunakan kekerasan, tetapi diplomasi.

Hubungan AS dan Cina memanas karena Kepala Operasi Angkatan Laut Amerika Serikat, Jonathan Greeneth, menyatakan siap memenuhi kewajibannya untuk melindungi Filipina jika negara tersebut diserang oleh Cina karena sengketa wilayah antara Cina dan Filipina di Laut Cina Selatan. Cina kemudian membalasnya dengan mengatakan AS tak punya urusan di Laut Cina Selatan.

Dalam konteks tegangnya hubungan antara Cina dan Amerika Serikat itulah Kerry menegaskan pentingnya peran Indonesia dalam membantu penegakan hukum laut internasional dan kebebasan berlayar. Kerry menyatakan bahwa Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir ini semakin khawatir atas "pelanggaran hukum laut internasional" yang dilakukan oleh Cina dengan mengusir nelayan dari negara lain yang hendak mencari ikan di wilayah yang masih disengketakan.

Masalah ketegangan di Laut Cina Selatan memang perlu segera diselesaikan karena sangat berpengaruh terhadap stabilitas di kawasan Asia Pasifik, khususnya negara-negara di kawasan Asia Tenggara yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan.  Namun, penyelesaian tersebut hendaknya dilakukan secara diplomasi dan tanpa kekerasan. AHM

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990