Home Komentar Ukraina, Bila Krisis Usai?

Ukraina, Bila Krisis Usai?

Beberapa pekan terakhir, tidak hanya Thailand yang dilanda demonstrasi berkepanjangan terhadap pemerintah yang berkuasa. Ukraina, negeri di belahan timur benua Eropa,  juga mengalami gejolak serupa.
 
Kebuntuan politik akibat demonstrasi yang berkepanjangan ini merupakan bagian dari gelombang protes terhadap Presiden Viktor Yanukovich, yang sudah berlangsung selama 12 pekan. Para pengunjuk rasa mendesak Yanukovich mundur, menyusul gagalnya Ukraina bergabung ke Uni Eropa, yang diduga dipicu intervensi Rusia.
 
Aksi unjuk rasa publik Ukraina digelar sejak November 2013. Saat itu Presiden Yanukovich membatalkan rencana dagang dengan Uni Eropa pada kesempatan terakhir, karena iming-iming dana talangan dari Rusia untuk menutup utang negara bekas bagian Uni Soviet ini. Salah satu yang menjadi sebab menumpuknya utang mungkin saja karena Ukraina terjerembab dalam ekonomi yang hanya di kisaran 1,4 % sepanjang 2013. Menurut Lembaga Statistik Negara, pada tahun 2011, pertumbuhan ekonomi Ukraina lebih dari 5% dari Gross Domestic Product (GDP). Namun tahun 2012 langsung anjlok ke angka 0,2% GDP.
 
Sementara itu Amerika Serikat dan sekutunya di Barat mendesak Presiden Yanukovich kembali ke jalur kesepakatan dagang dengan Uni Eropa. Pihak  Rusia sebaliknya menganggap desakan itu sebagai campur tangan Barat terhadap kedaulatan Ukraina.
 
Negara-negara Barat juga mengingatkan Presiden Yanukovich agar tidak represif terhadap para pengunjuk rasa pro Barat dan pemimpin oposisi Vitaly Klitschko. Pada hari Selasa 18 Februari, demonstrasi di Kiev, Ukraina, berlangsung rusuh. Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan bom molotov, kembang api, dan batu. Setidaknya sembilan orang tewas dalam kerusuhan ini. Harapan kita krisis ini tidak berlangsung lebih lama dan mengorbankan lebih banyak jiwa manusia. Kita berharap Presiden Yanukovich melakukan langkah yang lebih bijak untuk menyelesaikan krisis, sedangkan pihak oposisi tidak memaksakan kehendak hanya karena iming-iming kesejahteraan yang belum pasti. (BNP).
 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990