Home Komentar Belajar Memahami Alam

Belajar Memahami Alam

Indonesia sekali lagi dikejutkan dengan erupsi gunung api. Kali ini Gunung Kelud di Jawa Timur yang menunjukkan kekuatannya. Kamis malam, 13 Pebruari 2014 pukul 22.50 WIB, Gunung Kelud memuntahkan lahar panas, abu vulkanik dan kerikil hingga ratusan kilometer. Gunung api berketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut dan  terletak di Kediri ini,  menyemburkan abu sebanyak 200 juta meter kubik dalam satu kali erupsi, jauh lebih dahsyat dibandingkan letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 yang melontarkan 150 juta meter kubik material padat.  

Letusan Gunung Kelud kali ini menyebabkan setidaknya empat orang tewas, tiga orang karena gangguan pernapasan akibat terkena abu vulkanik, dan satu orang karena tertimpa tembok reruntuhan. Hingga Sabtu malam, sekitar 56 ribu orang mengungsi ke 89 titik pengungsian yang tersebar di Kediri, Batu, Blitar, Malang dan Jombang. Jumlah ini  berkurang dibanding  hari sebelumnya yang mencapai lebih dari 100 ribu orang pengungsi. Letusan Gunung Kelud juga menyebabkan terhambatnya transportasi udara. Beberapa bandar udara di berbagai  kota di Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan Jawa Barat, ditutup karena abu vulkanik membahayakan penerbangan.

Indonesia terletak dalam lingkaran cincin api. Dari 129 gunung api yang ada di Indonesia, 16 dinyatakan aktif dan dapat meletus setiap. Dari jumlah  tersebut, saat ini empat hingga lima gunung telah atau menunjukkan gejala akan  meletus. Kenyataan ini harus dipahami oleh seluruh rakyat Indonesia, terutama mereka yang tinggal di sekitar gunung api. Erupsi gunung api di beberapa lokasi di Indonesia kemungkinan masih  akan terjadi.

Manusia tak bisa berbuat banyak menghadapi kenyataan alam.  Yang dapat dilakukan hanyalah  berupaya untuk mempelajari fenomena alam tersebut. Belajar memahami dan mengakrabi gunung api, karakteristiknya, dan segala hal yang berkaitan. Kini, dengan kemajuan teknologi komunikasi, banyak referensi yang dapat dirujuk untuk memahami fenomena alam, baik itu  banjir, gempa bumi, badai, gunung meletus dan berbagai bencana alam lainnya. Kita juga dapat belajar dari pengalaman bencana sebelumnya ataupun bencana serupa yang terjadi di berbagai belahan bumi.

Dari pengetahuan tentang gunung api dan aktivitas vulkanisnya, masyarakat dan berbagai pihak yang bertanggungjawab, dapat membuat perencanaan yang matang untuk tanggap darurat bencana. Yang dimaksud di sini adalah para ahli gunung api atau vulkanolog, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan PMI,  hingga pemerintah. Tentunya  sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.

Letusan gunung api tak dapat kita hindari, tapi setidaknya ada upaya untuk siap menghadapi segala kemungkinan yang diakibatkan dengan berbagai karakteristiknya. Berada  di wilayah Cincin Api, kita harus tetap waspada akan segala kemungkinan yang ditimbulkan oleh letusan gunung api. egr

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990