Home Komentar Di Balik Sikap Baik Korea Utara Menggelar Reuni Keluarga

Di Balik Sikap Baik Korea Utara Menggelar Reuni Keluarga

Hubungan antara Korea Utara dan Korea Selatan  menunjukkan perbaikan menyusul kesepakatan kedua Korea untuk  menggelar reuni keluarga pada  tanggal 20 hingga 25 Februari mendatang. Pyongyang berjanji tidak akan menghubungkan acara itu dengan latihan militer gabungan Korea Selatan - Amerika Serikat yang akan dimulai pada tanggal 24 Februari. Sebagai balasan, Seoul setuju untuk bersikap kooperatif. Korea Utara awalnya menginginkan penundaan latihan militer Korea Selatan - Amerika Serikat. Dikhawatirkan latihan tersebut akan mengganggu pertemuan keluarga-keluarga  yang terpisah akibat Perang Korea yang berlangsung antara  Juni 1950 sampai Juli 1953. Kedua pihak juga sepakat untuk mengadakan dialog lanjutan. Ini menjadi sinyal optimis akan membaiknya hubungan kedua Korea.

Yang menjadi pertanyaan adalah, ada apa di balik perubahan sikap Korea Utara yang menerima dilaksanakannya Reuni Keluarga. Padahal Pyongyang sebelumnya sempat menolak sebagai protes atas latihan militer yang akan dilakukan Korea Selatan dengan sekutu tradisionalnya, Amerika Serikat.

Sikap tidak menentu Korea Utara yang kadang baik dan kadang bermusuhan, bukanlah hal baru. Biasanya, jika Pyongyang membutuhkan “sesuatu”, maka negara itu akan menunjukkan “arogansinya” bahkan bisa sampai dengan “ancaman”. Mengancam Korea Utara, misalnya akan menghentikan reuni keluarga atau menutup pusat industri Gaseong.

Pada musim dingin seperti saat ini, Korea Utara biasanya akan membutuhkan bantuan makanan atau BBM. Kali ini  dengan “bersikap baik” Pyongyang berharap tetangganya Seoul akan memberikan bantuan. Disamping itu, kondisi dalam negeri Korea Utara yang tidak stabil pasca eksekusi orang nomor 2 di Korea Utara, Jang Song-thaek, dan reaksi para pengikutnya, menjadi pertimbangan lain bagi pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un untuk bersikap lunak .

Korea Utara nampaknya sadar kisruh dalam negerinya tengah menjadi sorotan internasional. Memperbaiki hubungan kedua Korea menjadi langkah penting memperbaiki hubungannya dengan Cina dan Amerika Serikat. Dukungan dari luar termasuk Korea Selatan penting bagi pemimpin muda Kim Jong-un, untuk mendorong kebijakan ekonominya. Artinya keuntungan ekonomi menjadi “sesuatu” di balik perubahan sikap Pyongyang. Pane

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990