Home Berita Pimpinan MPR Gunakan Kapal Perang Kunjungi Perbatasan

Pimpinan MPR Gunakan Kapal Perang Kunjungi Perbatasan

Pimpinan MPR RI menggunakan kapal perang, KRI Teluk Celukan Bawang, untuk mengunjungi pulau-pulau terluar di Provinsi Aceh, yang merupakan wilayah perbatasan Indonesia dengan negara lain. Pulau terluar yang akan dikunjungi, yakni di lintasan perairan Pulau Rondo, Pulau Aceh, Pulau Breuh, dan beberapa pulau terluar lainnya. seperti yang dikutip dari Antara,  Wakil Ketua MPR RI Ahmad Farhan Hamid, di Jakarta Selasa, mengatakan kunjungan pimpinan MPR ke wilayah perbatasan negara merupakan upaya MPR RI melihat percepatan pembangunan dan kondisi masyarakat di wilayah perbatasan. Salah satu tugas MPR RI, menurut Ahmad farhan adalah memelihara dan meningkatkan nasionalisme bangsa Indonesia di seluruh wilayah Indonesia, sampai dengan wilayah perbatasan.ant/29.4’14/mar

Produk Elektronik Indonesia Masuk Pasar Afrika

Inspektur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Syarif Hidayat saat membuka acara pameran produk lokal industri elektronika dan telematika di Jakarta Senin mengatakan, produk elektronik buatan Indonesia sudah semakin baik kualitasnya dan sudah mulai memasuki pasar-pasar di Afrika.  Menurut Syarif barang-barang elektronik buatan Indonesia,misalnya alat pendingin ruangan, lemari es, televisi, peralatan audio sudah mulai masuk ke negara-negara baru di Afrika, seperti Kamerun, Senegal, Nigeria, dan Pantai Gading.  Oleh karena itu, menurut Syarif, pihaknya akan terus mengembangkan kesempatan di pasar-pasar yang memungkinkan produk-produk Indonesia  dapat  memimpin. Syarif menambahkan,  acara pameran tersebut merupakan upaya pemerintah menyediakan kesempatan untuk promosi dan penyebaran informasi mengenai kemampuan dan kemandirian yang dimiliki industri elektronika dan telematika di dalam negeri. ant/29.4’14

Kecilnya Lahan Petani Membuat Sektor Pertanian Tertinggal

Wakil Rektor bidang Sumberdaya dan Kajian Strategis Institut Pertanian Bogor, Hermanto Siregar mengatakan, kecilnya luasan lahan pertanian yang dimiliki  petani menjadi salah satu faktor masih tertinggalnya sektor pertanian Indonesia dibanding negara maju. Meningkatkan luasan lahan, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah tidak memperbanyak jumlah petani tetapi memaksimalkan petani yang ada. Hermanto saat ditemui usai acara forum ambasador dengan tema Kebijakan perdagangan pertanian bersama Duta Besar New Zealand di Bogor, Senin mengatakan, selama ini banyak pihak beranggapan memperbanyak jumlah petani dengan regenerasi dapat meningkatkan sektor pertani.  Dikatakan, jika satu petani memiliki anak dua sampai tiga orang, dan semuanya memilih menjadi petani, maka luas lahan pertanian yang dimiliki petani semakin berkurang dengan adanya pembagian warisan.  Tetapi jika anak petani diarahkan melalui peningkatan pendidikan, kuliah dan bekerja di sektor lain di luar pertanian, tetapi masih berkaitan dengan pertanian misalnya infrastruktur, pemupukan, maka potensi menyempitnya luasan lahan pertanian dapat diantisipasi. ant/29.4’14

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990