Home Berita FCTC Dorong Peningkatan Impor Tembakau

FCTC Dorong Peningkatan Impor Tembakau


Konvensi Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) sebagai upaya untuk mengendalikan rokok atau tembakau dinilai justru akan mendorong peningkatan impor tembakau. Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Gamal Nasir di Jakarta, Sabtu, mengatakan Indonesia  bisa ekspor tembakau, jangan dilarang tanam tembakau. Dalam lima tahun terakhir, menurut dia, luas areal dan produksi tembakau secara nasional mengalami peningkatan.Dirjen Perkebunan menyatakan, para pekerja di sektor tembakau mengungkapkan kekhawatiran bahwa FCTC akan mengancam kelangsungan hidup mereka karena konsekuensi ratifikasi FCTC adalah pengendalian tembakau atau rokok. Berdasarkan data Kementan, ada 6,1 juta tenaga kerja langsung dan tidak langsung di industri hulu dan hilir tembakau. Jumlah ini terdiri dari dua juta orang petani tembakau, 1,5 juta orang petani cengkeh, 600 ribu orang tenaga kerja di pabrik rokok, satu juta orang pengecer rokok dan satu juta orang tenaga percetakan dan periklanan rokok.Dengan melihat jumlah tenaga kerja dari beragam sektor di atas, ratifikasi FCTC dipastikan berdampak besar pada kesejahteraan pekerja di industri tembakau. Menurut dia, jika pemerintah akan mengalihkan petani tembakau ke tanaman lain maka komoditas yang dipilih harus mampu memberikan penghasilan kepada petani seperti saat mereka menanam tambakau. Ant.27.04’14

Partai Golkar Utus Idrus Hadiri Konvensi Demokrat.

Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus marham di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu mengaku mewakili Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menghadiri debat calon presiden pada Konvensi Partai Demokrat di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu. Ketika ditanya upaya Golkar mendekati Demokrat untuk mengambil satu dari 11 nama peserta konvensi capres, Idrus menyiratkan segala peluang masih terbuka. Ia mengatakan,  Ada beberapa nama yang diusulkan masyarakat mendampingi Aburizal, seperti  Pramono Edhi,  Irman Gusman,  Dahlan Iskan, ada juga beberapa yang lain. Idrus menekankan bahwa komunikasi Partai Golkar dengan seluruh partai lain masih sangat cair, sementara Demokrat memang mengundang seluruh pimpinan partai politik untuk menyaksikan langsung Debat Konvensi Capres Partai Demokrat terakhir ini.  Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono hadir dalam acara tersebut didampingi oleh sejumlah fungsionaris Partai Demokrat, sedangkan perwakilan partai lain yang tampak hadir antara lain, politisi PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PKPI Sutiyoso. Ant.27.04’14

Partai Demokrat Berharap Sejarah 2004 Berulang

Ketua Komite Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat, Maftuh Basyumi saat membuka debat akhir capres konvensi PD, Ahad (27/4) mengharapkan sejarah 2004 kembali terulang bagi Partai Demokrat. Kala itu, Partai Demokrat hanya berhasil memperoleh 7 persen suara nasional.Angka itu lebih kecil dibandingkan parpol lainnya. Tetapi, dengan modal itu,  justru Partai Demokrat bisa mengukir sejarah dengan menjadikan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden. Karena itu, ia tak sepakat jika dengan hasil pileg lalu yang hanya menempatkan Partai Demokrat di posisi keempat, konvensi capres Partai Demokrat dihentikan. Apalagi ke-11 kandidat dinilainya potensial dan merupakan putra terbaik bangsa.  Ia mengatakan, Dalam politik semua bisa terjadi.  Ia menegaskan dalam dunia politik, tidak pernah ada hitungan matematis, semua hal bisa terjadi,  termasuk pemenang dalam pesta demokrasi tahun ini. Tidak ada yang tahu akhir pergumulan politik ini. Ia mengatakan setelah debat akhir selesai, komite akan menyerahkan sepenuhnya kepada Majelis Tinggi Partai Demokrat dan survei yang dilakukan. Setelah itu, baru diumumkan dan ditetapkan secara resmi. Rep.27.04’14

 

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990