Home Berita Jimly Asshidiqie: Pemilu 2014 Banyak Masalah

Jimly Asshidiqie: Pemilu 2014 Banyak Masalah


Pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014, dipenuhi praktik politik uang yang mengerikan. Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Asshidiqie mengaku menerima ribuan laporan dari Sabang sampai Merauke. Jimly dalam diskusi di Universitas Paramadina Sabtu mengatakan, DKPP sudah proaktif untuk membaca masalah di lapangan. Hasil evaluasinya menemukan dua faktor yang membuat praktik uang terjadi di semua penjuru negeri ini. Sistem suara terbanyak yang diterapkan secara mendadak pada 2009, kata dia, menimbulkan persaingan tidak sehat di kalangan caleg. Sekarang sesudah lima tahun berjalan, kata Jimly, semua orang belajar dari kasus pemilukada dan mempersiapkan diri agar lolos ke Senayan. Kondisi itu membuatnya harus melakukan tindakan dengan memperbaiki sistem Pemilu 2019, agar pesta demokrasi lima tahun dapat berjalan lebih sempurna. Rep.27.04’14

Linda Gumelar Kampanye Antikekerasan Terhadap Anak dan Perempuan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Linda Agum Gumelar membuka kampanye antikekerasan terhadap perempuan dan anak di kawasan MH Thamrin Jakarta, Ahad (27/4). Linda saat membuka jalan sehat di kawasan Bunderan Hotel Indonesia mengatakan, Acara ini dilaksanakan secara spontan oleh masyarakat Jakarta yang terdiri dari ibu-ibu muda yang memiliki anak dan ibu-ibu yang masih memiliki anak kecil.Linda berharap semua pihak yang melakukan kekerasan terhadap anak dan perempuan dapat ditindak tegas dan hukum dapat ditegakan. Acara kampanye antikekerasan ini juga dihadiri Ketua KPAI Asrorun Ni'am Sholeh, Sekretaris KPAI Erlinda, Ketua Dewan Pembina Komnas Perilindungan Anak Seto Mulyadi, Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa istri Menteri Perekonomian Hatta Rajasa dan Elisabeth Louise Correta Kapojos, istri Kabaharkam Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno. Rep.27.04’14

KKP Siapkan Strategi Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan sejumlah strategi guna menyiapkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) perikanan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) atau pasar bebas Asean 2015. Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan  Kementerian Kelautan dan Perikanan, Saut P Hutagalung di Jakarta, baru-baru ini, mengatakan pemberlakukan MEA 2015 maka kawasan Asean akan menjadi pasar terbuka yang berbasis produksi, dimana aliran barang, jasa dan investasi akan bergerak bebas sesuai kesepakatan Asean. Menurut dia, Indonesia harus meningkatkan daya saing guna menghadapi integrasi perekonomian dan meningkatkan potensi pasar domestik. Oleh karena itu salah satu strategi untuk membendung membanjirnya produk impor masuk ke Indonesia serta meningkatkan daya saing produk UKM, tambahnya, yakni dengan penerapan standar.  Standar Nasional Indonesia- SNI  akan meningkatkan kemampuan industri dalam negeri di pasar global. SNI juga menjadi penjaga dalam menekan masuknya produk yang tidak bermutu ke pasar Indonesia. Rep.27.04’14

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990