Home Berita Capaian yang Ada Harus Dijaga

Capaian yang Ada Harus Dijaga

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan, capaian pembangunan yang ada saat ini harus dijaga dan ditingkatkan serta permasalahan yang belum tuntas segera diperbaiki. Demikian tweet pribadinya @SBYudhoyono yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad (27/7). Kepala Negara menambahkan, "Sedangkan pembangunan yang membawa persoalan harus dikoreksi dan perbaiki.  Dalam sejumlah kesempatan Presiden Yudhoyono mengatakan, dalam 10 tahun terakhir sudah banyak capaian yang dihasilkan dari program pembangunan, meski demikian ada kekurangan dan itu hendaknya bisa diperbaiki oleh pemerintahan mendatang. Ant.27.04’14

Tiga pilar Komunitas ASEAN sama penting dan saling berkaitan

Tiga pilar dalam pembentukan Komunitas ASEAN yaitu, Masyarakat Ekonomi ASEAN, Komunitas Keamanan ASEAN, Komunitas sosial budaya ASEAN sama-sama penting dan saling berkaitan serta saling berkaitan dan saling memperkuat tujuan pencapaian perdamaian  yang berkelanjutan, stabilitas dan pemerataan kesejahteraan di kawasan   Hal itu diungkapkan  Direktur jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian luar negeri Republik Indonesia, I Gusti Agung Wesaka Puja dalam dialog dengan RRI, Jakarta,Sabtu.  Puja mengatakan, Masyarakat Ekonomi ASEAN menjadi pusat perhatian karena masalah ekonomi  merupakan masalah yang dihadapi setiap hari tetapi itu bukan berarti pilar ekonomi yang paling penting dalam membentuk Komunitas ASEAN.

‘’Tiga pilar dari masyarakat Ekonomi ASEAN sama saja. Mungkin masalah ekonomi merupakan masalah keseharian yang kita hadapi , karena ini kan masalah yang menyangkut soal perut. Soal dapur lah, ini yang mungkin dilihat sebagai hal yang segera diperhatikan. Tetapi sebenarnya, tiga pilar dari Komunitas Ekonomi ASEAN ini, baik itu politik keamanan, ekonomi dan sosial  budaya sama pentingnya, karena ketiganya saling terkait.  Karena kalo kita berbicara mengenai  ekonomi  kita gak mungkin bicara tentang kemakmuran  pembangaunan ekonomi kalo kita gak mempersiapkan stabilitas keamanan di kawasan kita, money is the worst coward, uang pengecut yang paling buruk. Klo gak ada stabilitas orang gak akan datang , klo gak ada perdamaian orang gak akan mau berbisnis di situ.  Dampak dari kemudian, pembangunan ekonomi, stabilitas yang baik dan perdamaian juga keamanan yang baik, dan ini akan terjadi  interaksi people to people contact , kan . Orang semakin comfortable  , semakin nyaman untuk berinterkasi sebagai sesama masyarakat ASEAN. Turis semakin banyak yang datang, kemudian hal-ha l yang berkaitan dengan pendidikan , program2 pertukaran pelajar, bgm meningkatkan kapasitas pendikan di masyarata ASEAN supaya sama kualitasnya. Ini kan semua terkait. Gak bisa kita anaktirikan salah satu dari tiga pilar ini’’.

Puja mengatakan, hal yang paling penting dibangun bersama oleh negara-negara ASEAN  saat berlakunya Komunitas ASEAN pada 2015 adalah rasa memiliki komunitas ASEAN. Menurut Puja rasa memiliki komunitas ASEAN penting karena yang merasakan dampak dari Komunitas ASEAN adalah rakyat negara-negara ASEAN. Sementara itu, terkait dengan kesiapan negara –negara ASEAN menyambut berlakunya Komunitas ASEAN pada 2015, Pengamat Hubungan Luar Negeri Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Riefqi Muna mengatakan, Komunitas ASEAN tetap akan berlaku pada 2015 walaupun kesiapan negara-negara ASEAN  belum maksimal. Karena menurut Riefqi, Komunitas ASEAN adalah sebuah proses yang  perlu terus dibangun bersama.Borgias

Delegasi Indonesia Ikuti Dialog Otomotif APEC di Beijing

Delegasi RI (Delri) yang dipimpin Direktur Industri Alat Transportasi Darat, Kementerian Perindustrian, Soerjono, dan beranggotakan perwakilan dari Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, KBRI Beijing dan GAIKINDO, GIAMM serta AISI yang mewakili sektor swasta, telah mengikuti pertemuan APEC Automotive Dialogue (AAD) yang berlangsung di Beijing pda tanggal 23-25 April 2014. Pertemuan  yang diikuti oleh 12 anggota ekonomi APEC diantaranya RRT, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Filipina, Rusia, Thailand, dan Amerika Serikat ini dimaksudkan untuk memetakan langkah-langkah strategis menghadapi perkembangan proses integrasi dan pembangunan sektor otomotif di kawasan Asia Pasifik. Dalam pertemuan selama 3 hari tersebut, wakil pemerintah, masyarakat dan sektor swasta melakukan dialog dan menyampaikan pandangan mengenai upaya peningkatan kerja sama pengembangan kebijakan dan mengidentifikasikan hal-hal yang menjadi hambatan bagi pertumbuhan sektor otomotif dan cara-cara mengatasinya. Sekkab,27.04’14

.

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Business Address

Jl. Merdeka Barat, Jakarta 4-5, 4th Floor

Jakarta 10110, Indonesia.

Phone: +62 21 3456 811,

Fax: +62 21 3500 990